Ikatan Keluarga Tak Terputus, SDK dan Istri Almarhum Wagub Sulbar Saling Menguatkan

MAMUJU – Refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama almarhum Wakil Gubernur Salim S Mengga, menjadi momen penuh haru yang menegaskan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga, meski salah satu sosok penting telah berpulang.

Suasana buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan refleksi kepemimpinan SDK–JSM di Mamuju, Jumat (20/2/2026), seketika hening ketika Suhardi Duka menyampaikan pesan mendalam tentang arti persaudaraan, tanggung jawab moral, dan kemanusiaan dalam kepemimpinan.

Bacaan Lainnya

Gubernur mengenang kebersamaan dan kerja sama yang terjalin selama mendampingi almarhum Salim S Mengga dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, kepergian wakil gubernur tidak lantas memutus hubungan yang telah dibangun dengan penuh kepercayaan dan rasa saling menghormati.

“Saya dan Hj. Fatmawati Salim tetap menjaga hubungan baik. Walaupun wakil gubernur telah lebih dulu pergi, komunikasi dengan keluarga tetap terjalin, dan kami memastikan kebutuhan mereka tetap diperhatikan,” ujar Suhardi Duka di hadapan para tamu undangan.

Hj. Fatmawati Salim, istri almarhum Wagub Sulbar, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa hubungan yang terbangun sejak awal bukanlah semata relasi formal pemerintahan.

“Sejak awal kami sudah seperti keluarga. Hubungan ini tidak berhenti hanya karena jabatan atau keadaan. Nilai kekeluargaan itu tetap kami jaga hingga sekarang,” ungkapnya.

Pernyataan keduanya mendapat respons haru dari para undangan yang hadir. Refleksi satu tahun kepemimpinan ini pun dipandang tidak hanya sebagai ajang evaluasi capaian pemerintahan, tetapi juga penegasan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap jasa para pemimpin yang telah mendahului.

Sebagai penutup kegiatan, Gubernur Suhardi Duka menunjukkan kepedulian sosial dengan membagikan ribuan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu yang hadir. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga memberikan lima paket umrah kepada imam masjid sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga syiar keagamaan di daerah.

Acara refleksi tersebut dihadiri oleh jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulbar, para kepala desa, serta tokoh masyarakat, yang menyimak dengan penuh perhatian pesan moral yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *