POLMAN – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, tim kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Polewali Mandar melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah peternak dan pedagang di Kabupaten Polman.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, layak dikonsumsi, serta memenuhi syarat sesuai ketentuan syariat Islam. Sejumlah sapi diperiksa secara menyeluruh oleh tim dokter hewan dengan berbagai tahapan, mulai dari pengambilan sampel darah, pemeriksaan kondisi fisik, hingga pengecekan gigi untuk memastikan usia hewan telah memenuhi syarat sebagai hewan kurban.
Selain itu, tim kesehatan hewan juga melakukan pemantauan di sejumlah titik penjualan dan peternakan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku serta antraks.
Dari hasil pemeriksaan sementara di lapangan, petugas memastikan tidak ditemukan hewan yang terpapar PMK maupun antraks. Dengan demikian, hewan ternak yang beredar dinyatakan layak dijadikan hewan kurban dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Polewali Mandar, Muhammad Jumadil, mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan secara intensif untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang Idul adha.
“Kami memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di Kabupaten Polewali Mandar dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk dikurbankan. Tim kesehatan hewan terus melakukan pemeriksaan di lapangan guna mencegah penyebaran penyakit seperti PMK maupun antraks,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para pedagang agar lebih berhati-hati dalam mendatangkan hewan ternak dari luar daerah.
“Kami meminta para pedagang untuk lebih selektif dan memastikan hewan yang masuk memiliki surat keterangan sehat agar tidak membawa penyakit yang dapat menular ke ternak lainnya,” tambahnya.
Usai pemeriksaan, peternak yang hewannya dinyatakan sehat diberikan surat keterangan sehat dari UPTD Kesehatan Hewan Polewali Mandar sebagai bukti bahwa ternak tersebut telah memenuhi standar kesehatan dan layak dijadikan hewan kurban.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini akan terus dilakukan secara berkala hingga menjelang pelaksanaan Idul adha sebagai bentuk pengawasan dan upaya perlindungan kesehatan masyarakat.(*)






