Jelang Ramadhan, Rijalul Ansor Polman Kirim Dai ke Pelosok Desa

Pengurus MDS Rijalul Ansor Polman masa khidmat 2026–2028 berfoto bersama usai pelantikan dan pelepasan dai jelang Ramadhan 1447 H di Pondok Pesantren Salafiyah Parrape, Senin (16/2/2026). (dok. Ansor Polman)

POLMAN – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengirim dai ke pelosok desa untuk menguatkan syiar Islam dan pembinaan umat selama bulan puasa.

Pengiriman dai tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus MDS Rijalul Ansor Polman masa khidmat 2026–2028 dan kegiatan Halaqah Dai yang digelar di Pondok Pesantren Salafiyah Parrape, Senin (16/2/2026).

Bacaan Lainnya

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Parrape, Annanggurutta KH Abd. Latif Busyra, para asatidz, Ketua GP Ansor Koordinator Wilayah Sulawesi Barat dan Tengah, pembina Ansor, Ketua PC GP Ansor Polman, serta kader Rijalul Ansor se-Kabupaten Polman.

MDS Rijalul Ansor sendiri merupakan lembaga semi otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda Ansor yang fokus pada penguatan kegiatan keagamaan, seperti kajian kitab kuning, majelis ilmu, dan shalawatan dalam koridor Ahlussunnah wal Jamaah.

Ketua MDS Rijalul Ansor Polman yang baru dilantik, Rezki Lahida, menegaskan bahwa mayoritas kadernya memiliki latar belakang pesantren sehingga siap terjun langsung membina masyarakat.

“Kader-kader kami adalah aset. Dengan bekal ilmu pesantren dan kemampuan memahami kitab kuning, kami optimistis dapat memberi kontribusi nyata dalam pembinaan umat, terutama di bulan Ramadhan. Pelepasan dai ini adalah bentuk komitmen kami,” ujar Rezki dalam sambutannya.

Menurutnya, para dai yang diterjunkan akan mengisi ceramah tarawih, kultum, pengajian tematik Ramadhan, serta mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan di desa-desa.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Polman Sudianto berharap para dai tak hanya menyampaikan ceramah, tetapi juga mampu menjadi solusi atas persoalan umat di tingkat akar rumput.

“Kami ingin para dai menjadi garda terdepan Ansor dalam merawat tradisi keislaman yang moderat di Mandar. Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat ukhuwah dan mendekatkan diri kepada Allah,” tuturnya.

Dalam Halaqah Dai tersebut, para kader juga mendapatkan pembekalan materi, mulai dari metode dakwah di era modern, pendalaman kitab kuning tematik Ramadhan, hingga teknik komunikasi efektif di tengah masyarakat multikultural Mandar.

Melalui pelantikan pengurus baru dan pengiriman dai ke pelosok desa ini, Rijalul Ansor Polman berharap Ramadhan 1447 H semakin semarak dengan kegiatan keilmuan serta penguatan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin di tengah masyarakat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *