MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menegaskan bahwa proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar dilakukan secara terbuka, profesional, dan tanpa intervensi politik. Hal ini disampaikan SDK usai melantik Dr. Junda Maulana sebagai Sekda Sulbar di Ballroom Andi Depu, Lantai III Kantor Gubernur Sulbar, Senin (10/11/2025).
Pelantikan tersebut dihadiri para tokoh pencetus pembentukan Provinsi Sulbar, unsur Forkopimda, perwakilan kementerian, serta para bupati dan wakil bupati dari enam kabupaten di Sulbar.
SDK menjelaskan, jabatan Sekda Sulbar telah kosong sejak 14 November 2024, sehingga pelantikan ini menjadi momen penting untuk memperkuat kembali tata kelola pemerintahan daerah. Ia memastikan, proses penetapan Sekda dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka dan independen, tanpa campur tangan pihak mana pun.
“Kami bersama Pak Wakil Gubernur Salim S Mengga menyerahkan sepenuhnya kepada tim seleksi independen. Prosesnya panjang, transparan, dan tanpa intervensi. Hasil itu kami teruskan ke Kementerian Dalam Negeri, kemudian ke Sekretariat Negara, dan akhirnya keluarlah Surat Keputusan Presiden yang menetapkan saudara Dr. Junda Maulana sebagai Sekda Sulbar,” ujar SDK.
Menurut SDK, proses seleksi ini menjadi bukti komitmen Pemprov Sulbar dalam menerapkan prinsip merit system dalam birokrasi. Ia menilai Junda Maulana memiliki pengalaman dan kapasitas untuk menjalankan fungsi koordinasi pemerintahan secara efektif.
“Sekda adalah sentral tata kelola pemerintahan di daerah. Ditangan Sekda, seluruh perangkat daerah bisa bergerak selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. Jabatan ini bukan sekadar administratif, tapi strategis,” tegasnya.
SDK juga mengingatkan bahwa amanah Sekda sangat berat karena harus menjadi penggerak reformasi birokrasi, penjaga ritme pemerintahan, sekaligus jembatan antara pusat dan daerah.
Selain itu, ia meminta agar Sekda berperan aktif dalam mendukung program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto, termasuk Asta Cita Presiden dan Panca Daya Gubernur–Wakil Gubernur Sulbar, seperti program MBG, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, ketahanan pangan, dan energi daerah.
“Kita semua punya tanggung jawab besar dalam mensukseskan program strategis nasional. Semua itu bagian dari komitmen kita terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” tambah SDK.
Pelantikan Junda Maulana menjadi tonggak baru birokrasi di Sulawesi Barat. Dengan pengalaman panjang di pemerintahan, ia diharapkan mampu membawa semangat kolaborasi, reformasi, dan profesionalisme untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.(*)






