POLMAN, editorial9.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, memasang empat alat pemantau kualitas udara di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Namun, hasil analisis sampel udara tersebut masih ditunggu dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Kepala DLHK Polman, Syarifuddin Wahab, mengatakan kabut asap yang terlihat di sejumlah wilayah diduga dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, pihaknya menerima informasi kemungkinan adanya asap kiriman dari Kalimantan yang terbawa angin hingga ke Sulawesi Barat.
“Serta ada informasi jika kabut asap ini juga merupakan kiriman dari Kalimantan, arah angin membawanya ke sini,” kata Syarifuddin Wahab kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Menurut Syarifuddin, DLHK Polman telah memasang empat alat pengambil sampel udara atau passive sampler di sejumlah titik untuk mengetahui kondisi kualitas udara di wilayah tersebut.
Pemasangan alat dilakukan oleh Bidang Pengendalian Pencemaran dan Konservasi Lingkungan Hidup DLHK Polman sebagai bagian dari program pemantauan kualitas udara yang dilaksanakan dalam dua periode sepanjang 2026.
Syarifuddin menjelaskan, alat pemantau tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Sampel udara yang terkumpul nantinya dikirim ke kementerian untuk dianalisis.
“Alatnya dari Kementerian Lingkungan Hidup, sudah kita pasang, hasilnya dikirim lagi ke kementerian untuk dianalisa, kita tunggu dulu hasilnya,” ungkap Syarifuddin.
Dia mengatakan, alat tersebut bekerja selama 14 hari untuk mengambil sampel udara sebelum dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup. Hasil analisis nantinya menjadi acuan untuk mengetahui kondisi kualitas udara di Kabupaten Polman.
Namun, hingga Senin (12/10/2026), DLHK Polman belum menerima hasil pemeriksaan sampel tersebut. Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan apakah kualitas udara di wilayah Polman masih tergolong baik atau telah mengalami penurunan.
Meski hasil pengujian belum keluar, Syarifuddin mengakui kabut asap masih terlihat secara kasatmata di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat DLHK mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan.
“Tapi kalau kita lihat secara pandangan memang masih berkabut, jadi kita himbau warga kurangi aktivitas di luar rumah dan selalu pakai masker,” ungkapnya.
DLHK Polman mengimbau warga, terutama yang banyak beraktivitas di luar ruangan, untuk menggunakan masker dan mengurangi kegiatan di luar rumah selama kondisi masih berkabut.
Sementara itu, penyebab pasti kabut asap serta kondisi kualitas udara di Polman masih menunggu hasil analisis sampel dari Kementerian Lingkungan Hidup.(Irfan/Mp)






