Gubernur Sulbar Hadiri Apel Besar Pramuka, Saka Bakti Husada Diperkuat

MAMUJU, editorial9.com – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menghadiri Apel Besar Gerakan Pramuka Sulawesi Barat Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam mendukung pembangunan kesehatan melalui Satuan Karya Pramuka (Saka), khususnya Saka Bakti Husada.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan Saka Bakti Husada merupakan wadah pembinaan bagi anggota Pramuka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kesehatan.

Menurut Nursyamsi, pembinaan tersebut diharapkan dapat membekali generasi muda agar mampu menerapkan perilaku hidup sehat, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

“Melalui Saka Bakti Husada, anggota Pramuka dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan kesehatan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat. Mereka juga dapat berperan sebagai mitra dalam menyebarluaskan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Saka Bakti Husada diperuntukkan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, yang umumnya berusia 16 hingga 25 tahun sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui wadah ini, anggota Pramuka memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat, bakat, serta keterampilan di bidang kesehatan. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Pembinaan Saka Bakti Husada dilaksanakan melalui enam krida dengan 32 kecakapan keterampilan. Proses pendidikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mengutamakan praktik dan kegiatan nyata agar peserta mampu menerapkan pengetahuan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, puskesmas dan unit pelaksana teknis kesehatan dapat menjadi pangkalan kegiatan Saka Bakti Husada. Melalui pembinaan tersebut, anggota Pramuka berkesempatan memperoleh pengalaman langsung mengenai upaya kesehatan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Nursyamsi menilai, keterlibatan generasi muda dapat membantu memperluas jangkauan edukasi kesehatan, terutama dalam upaya promotif dan preventif atau peningkatan kesadaran serta pencegahan penyakit.

Dengan pendekatan yang dekat dengan kelompok sebaya, anggota Pramuka berpotensi menjadi penggerak perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah, keluarga, dan komunitas.

Penguatan Saka Bakti Husada juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kolaborasi sektor kesehatan dan Gerakan Pramuka, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan praktis, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang peduli terhadap kesehatan dan mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

Apel Besar Gerakan Pramuka Sulawesi Barat Tahun 2026 diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian anggota Pramuka, termasuk dalam mendukung terwujudnya masyarakat Sulawesi Barat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *