Kapolda Sulbar Tegaskan Masuk Polri Gratis

MAMUJU, editorial9.com – Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar) Irjen Pol Totok Suharyanto menegaskan proses penerimaan anggota Polri tidak dipungut biaya. Ia mengingatkan para pelajar agar tidak percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.

Penegasan itu disampaikan Totok saat mengunjungi SMKN 1 Rangas, Kabupaten Mamuju, dalam program Polisi Peduli Pendidikan. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Kapolda untuk memberikan motivasi sekaligus menjawab kekhawatiran siswa mengenai biaya masuk kepolisian.

Bacaan Lainnya

“Kami di sini untuk menjamin bahwa mendaftar masuk Polisi itu gratis! Semuanya gratis tis sampai masa pendidikan. Jangan pernah mengandalkan uang, karena jika ada yang meminta uang, kalian pasti sedang tertipu!” tegas Totok di hadapan para siswa.

Totok mengatakan Polda Sulbar berkomitmen mewujudkan proses rekrutmen Polri yang bersih, transparan, dan kompetitif. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun masukan demi memperbaiki pelaksanaan seleksi anggota kepolisian.

“Insya Allah, kami pastikan penerimaan yang bersih dan kompetitif. Ke depan, kami juga siap membuka diri menerima segala kritikan dan masukan demi rekrutmen yang jauh lebih bersih,” ujarnya.

Kunjungan Kapolda Sulbar tersebut turut dihadiri Karo SDM, Dirlantas, dan Dirnarkoba Polda Sulbar. Rombongan disambut Kepala SMKN 1 Rangas, Drs. H. Mahmud, bersama para pelajar.

Dalam sesi dialog, para siswa menyampaikan sejumlah pertanyaan, mulai dari penanganan kenakalan remaja dan pernikahan dini hingga kekhawatiran terhadap bahaya narkoba di lingkungan sekolah. Persoalan biaya juga menjadi perhatian siswa yang berminat mendaftar sebagai anggota Polri.

Menanggapi hal tersebut, Totok mendorong para pelajar untuk tidak minder dalam mengejar cita-cita. Ia menegaskan kesempatan menjadi anggota Polri harus dimanfaatkan melalui persiapan yang baik, bukan dengan mengandalkan uang atau jalur tidak resmi.

Selain membahas rekrutmen, Totok memberikan motivasi agar siswa disiplin dalam belajar dan menggunakan waktu secara produktif. Menurutnya, keberhasilan membutuhkan kerja keras, pengorbanan, serta kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan diri.

“Setiap orang punya waktu dan mimpi yang sama. Yang membedakan adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu tersebut. Mereka yang mampu menggenggam masa depan adalah yang bekerja keras,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, menghindari kebiasaan merokok, serta memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai spiritual sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Saat teman-temanmu terlelap atau asyik menonton TV, paksakan dirimu terbangun untuk tahajud. Saat yang lain kenyang, paksakan dirimu menahan lapar dengan berpuasa. Jika adik-adik tidak punya kemauan dan keahlian, target Indonesia Emas tidak akan tercapai. Masa depan bangsa ini ada di tangan kalian, jadi paksakan diri untuk belajar!” pesannya.

Totok turut memperkenalkan sejumlah personel polisi muda di hadapan siswa untuk memberikan gambaran mengenai profesi kepolisian, termasuk hak, tanggung jawab, dan tantangan yang dihadapi anggota Polri.

Di akhir kunjungan, ia berpesan agar para pelajar memperkuat kedisiplinan dan menjauhi perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.

“Paksakan salat berjamaah, paksakan salat subuh di masjid. Ini adalah rem terbaik kita dari perilaku buruk. Allah SWT lebih menyukai hambanya yang bekerja keras prosesnya, karena nilai tertinggi ada pada usahanya,” tutupnya.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polda Sulbar berharap para pelajar semakin termotivasi meraih cita-cita, sekaligus memahami pentingnya mengikuti proses rekrutmen Polri secara resmi tanpa menggunakan perantara yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *