Ketua AMSI Sulbar Ajak Insan Pers Jadi Pelopor Terwujudnya Pemilu Berkualitas

  • Whatsapp
Ketua AMSI Sulbar, Anhar, saat memaparkan materinya di hadapan peserta sekolah demokrasi yang digelar Netfid.(Dok : Ist)

Mamuju – editorial9 – Ketua AMSI Provinsi Sulbar, Anhar, mengajak seluruh insan pers di Sulbar, untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan Pemilu 2024 yang berkualitas.

Menurut Anhar, demokrasi memerlukan berbagai syarat, antara lain kebebasan pers. Kemerdekaan pers, adalah bagian penting tegaknya demokrasi.

Bacaan Lainnya

“Pers, adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi,” ucap Anhar menjadi narasumber di Sekolah Demokrasi yang digagas Netfid Sulbar, di Hotel Cempaka, Mamuju. Jumat, 11/11/22.

“Baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia,” sambungnya.

Selain itu ia menambahkan, sebagai bagian dari pilar demokrasi pers di Pemilu 2024 punya peran penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus mewujudkan pemilu berkualitas.

‘Pers harus menjaga integritas dan bersikap independen dalam melakukan peliputan Pemilu,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, insan pers harus senantiasa bersikap adil dengan memberi kesempatan yang sama ke semua peserta Pemilu dan transparan memperhitungkan dan mencegah resiko buruk, yang bisa ditimbulkan oleh pemberitaan yang tidak profesional dan tidak menaati kode etik jurnalistik, serta pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran.

“Pers wajib memberitakan pesan pendidikan tentang pemilu dan rekam jejak para calon dalam pilkada, pemilu legislatif dan pemilu presiden,” jelasnya.

Dalam mendorong partisipasi masyarakat di Pemilu 2024, kata Anhar, keterbukaan data daftar pemilih wajib untuk dilakukan. Pers, berperan penting untuk menyampaikan informasi ke masyarakat dalam mendapatkan informasi, tentang partai politik dan para kandidat peserta Pemilu.

“Swing voters dan pemilih pemula. Bagaimana kecenderungan pilihan politik mereka? Apakah mereka sudah memutuskan pilihan politiknya atau belum dan mengapa? Pantau hasil-hasil jajak pendapat berbagai lembaga,” tutupnya.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *