POLMAN — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI tingkat Kabupaten Polewali Mandar resmi diundur dari jadwal semula, seiring upaya panitia mempercepat dan mematangkan seluruh persiapan kegiatan.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat pemantapan yang digelar pada Rabu (1/4/2026), dipimpin Sekretaris Daerah Polewali Mandar, Nursaid Mustad, yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Polman.
Dalam rapat itu, disepakati bahwa pelaksanaan MTQ XI yang sebelumnya dijadwalkan pada 6–10 April 2026, diundur menjadi 10–15 April 2026.
Nursaid menyampaikan, langkah pengunduran jadwal dilakukan agar seluruh aspek penyelenggaraan dapat dipersiapkan secara optimal.
Ia juga mengapresiasi antusiasme Pemerintah Kecamatan Tinambung sebagai tuan rumah bersama masyarakat yang dinilai sangat tinggi.
“Persiapan sudah berjalan dengan baik, bahkan progres venue utama telah mencapai sekitar 80 persen. Namun, kita ingin memastikan semuanya benar-benar siap,” ujarnya.
Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan karena kendala besar, melainkan bagian dari strategi untuk menyukseskan pelaksanaan MTQ agar lebih tertib dan maksimal.
“Kami memohon maaf kepada semua pihak atas penyesuaian jadwal ini. Tujuannya semata agar pelaksanaan MTQ berjalan lebih baik,” kata Nursaid.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ XI Polman, Ady Mulya, menjelaskan bahwa pengunduran jadwal juga berkaitan dengan kesiapan teknis, termasuk pelaksanaan technical meeting yang dijadwalkan pada 8 April 2026.
“Penyesuaian ini untuk memberikan kenyamanan bagi peserta, panitera, dan dewan hakim, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” ujarnya.
Selain lomba utama, MTQ XI Polman tahun ini juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung. Di antaranya lomba salawatan tingkat kecamatan, penyediaan doorprize bagi masyarakat, serta kehadiran gerai UMKM yang menjajakan produk lokal.
Panitia berharap, dengan persiapan yang lebih matang, MTQ XI Polman tidak hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat serta mendorong geliat ekonomi lokal.(*)






