MAMUJU — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) serentak tingkat kabupaten se-Sulawesi Barat, Rabu,(22/04/26). Kegiatan ini, menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi sekaligus penataan kepengurusan partai di daerah.
Muscab yang berlangsung di Mal Matos Mamuju, Jalan Yos Sudarso, tersebut dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulbar, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), serta 178 kader dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC).
Perwakilan DPP PKB, Idham Arsyad, mengatakan musyawarah cabang merupakan pijakan penting dalam memperkuat struktur partai dari tingkat paling bawah.
“Musyawarah cabang sangat fundamental, karena kita sedang menguatkan institusi kita dari akar rumput,” kata Idham.
Ia menegaskan, Muscab tidak sekadar menjadi agenda rutin atau restrukturisasi kepengurusan, melainkan momentum strategis dalam menentukan arah gerak partai ke depan.
Menurut dia, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat peran partai di tengah dinamika sosial.
“Rumuskanlah program strategis, tidak hanya untuk kemenangan lima tahun ke depan, tetapi demi kepentingan, kemajuan, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Idham juga menjelaskan mekanisme Muscab diawali dengan penjaringan usulan nama calon ketua cabang dari peserta. Selanjutnya, DPW melakukan uji kelayakan dan kepatutan sebelum menetapkan kepengurusan baru.
Ia menekankan, proses tersebut bertujuan melahirkan pemimpin yang memiliki kapasitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bukan karena kedekatan emosional dengan pengurus di tingkat pusat maupun wilayah.
“Kepemimpinan baru ini harus energik, visioner, dan kreatif. Tidak hanya bekerja untuk memenangkan elektoral, tetapi juga mampu membantu menyelesaikan persoalan masyarakat secara langsung,” katanya.
Ketua DPW PKB Sulbar, KH Muh Syibli Sahabuddin, menyebut Muscab sebagai momentum konsolidasi untuk memperkuat soliditas internal partai.
“Musyawarah ini merupakan ruang konsolidasi untuk melahirkan calon pemimpin yang inovatif dan mampu menangkap isyarat zaman,” ujar Syibli.
Ia menambahkan, Muscab tidak hanya berfokus pada pergantian kepengurusan, tetapi juga memperkuat peran partai dalam pengabdian kepada masyarakat.
“PKB adalah partai pergerakan. Bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi bagaimana partai hadir di tengah masyarakat dan memberi solusi,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Munawir Arafat mengatakan Muscab diikuti 178 kader dari enam DPC, yakni Mamasa 33 orang, Polewali Mandar 40 orang, Majene 23 orang, Mamuju 30 orang, Mamuju Tengah 27 orang, dan Pasangkayu 25 orang.
Menurut dia, jumlah peserta tersebut mencerminkan kekuatan kader PKB di Sulawesi Barat sekaligus menjadi modal dalam memperkuat kaderisasi ke depan.
“Setelah ini partai akan langsung bergerak, termasuk melakukan kaderisasi secara terarah,” kata Munawir.
Melalui Muscab ini, PKB menargetkan terbentuknya kepengurusan yang solid serta program kerja yang mampu mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan masyarakat.(*/Luk)






