MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK), akhirnya angkat bicara terkait dinamika pengisian jabatan Wakil Gubernur Sulbar yang masih kosong sejak wafatnya Salim S. Mengga pada 31 Januari 2026.
Pernyataan itu disampaikan Suhardi Duka kepada wartawan usai membuka seminar dan rapat kerja DPD IKAL Sulbar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (23/4/2026).
Menurut SDK, dua partai pengusung telah lebih dulu mengajukan nama kandidat untuk mengisi posisi wakil gubernur. Dari Partai NasDem, muncul nama Dirga Adhi Putra Singkarru. Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusulkan Jalaluddin Syam.
“Dua partai sudah. Nasdem, kalau tidak salah ketuanya yang diajukan, Dirga. Kemudian PKS, Saudara Jalaluddin Syam,” ujar Suhardi Duka.
Namun berbeda dengan dua partai tersebut, Partai Demokrat yang merupakan pengusung utama justru belum menentukan sikap. SDK menjelaskan, hal itu masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian wakil gubernur definitif.
“Kalau Keppres sudah turun, mungkin Demokrat akan rapat pleno untuk menentukan siapa yang diajukan. Nanti semua nama itu akan dibawa ke Jakarta, karena yang memberikan rekomendasi adalah DPP,” jelasnya.
Saat disinggung soal figur dari internal Demokrat, SDK tidak menampik sudah ada beberapa nama yang berkembang. Di antaranya Fatmawaty Salim, istri almarhum wakil gubernur, serta Syamsul Samad yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Sulbar.
“Kira-kira itu yang berkembang di internal Demokrat. Apakah nanti itu nanti akan diputuskan demokrat? Wallahualam karena bukan saya sendiri yang akan membuat keputusan. Tapi wacana itu memang ada,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa meski Fatmawaty bukan kader Demokrat, posisinya tetap diperhitungkan karena bagian dari perjuangan politik sebelumnya.
“Walaupun bukan kader, kita tetap kita hargai sebagai bagian dari perjuangan kemarin. Jadi kemungkinan ada dua nama yang diajukan (partai Demokrat),” tutupnya. (*/Zul)






