Pemkab Mamuju Jual LPG Murah, Warga Rela Antre Berjam-jam

Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, saat meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Sabtu (23/5/2026). Dok. Humas Pemkab Mamuju.

MAMUJU – Pemerintah Kabupaten Mamuju menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Ahmad Kirang menjelang Hari Raya Idul Adha. Kegiatan itu diserbu warga yang berburu kebutuhan pokok murah, terutama gas LPG 3 kilogram.

Sejak pagi, Sabtu (23/5/2026), masyarakat memadati lokasi kegiatan. Warga bahkan rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan gas LPG subsidi dengan harga Rp 18.500 per tabung.

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Adha di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah ada penambahan kuota. Artinya ini upaya pemerintah untuk betul-betul bisa menstabilkan harga. Karena makin dekat lebaran, pasti kebutuhan masyarakat meningkat,” kata Yuki saat meninjau kegiatan.

Selain gas LPG, pemerintah juga menjual ayam dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih murah dibanding pasaran. Program tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Hera, warga Jalan Husni Thamrin, mengaku rela mengantre selama dua jam demi mendapatkan gas murah.

“Kalau di luar lebih mahal. Jadi walaupun antre lama tetap senang karena harganya murah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Jamilah, warga Kasiwa. Ia mengaku terbantu karena bisa membeli ayam dengan harga lebih rendah dibanding harga di pasar.

“Selisihnya sekitar Rp 10 ribuan, jadi sangat membantu,” katanya.

Selama dua hari pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, tercatat sekitar 600 tabung LPG terjual kepada masyarakat. Selain itu, ribuan ekor ayam dan berbagai bahan pokok lainnya juga diborong warga.

Tingginya antusiasme masyarakat membuat pemerintah harus mengatur distribusi pembelian agar lebih merata. Pemkab Mamuju melibatkan TNI, Polri, serta pihak terkait untuk melakukan pengawasan selama kegiatan berlangsung.

“Karena jumlahnya terbatas, tidak bisa semuanya dibuka sekaligus hari ini. Jadi masyarakat harus mendaftar sehari sebelumnya supaya bisa mendapatkan kuota,” jelas Yuki.

Selain memantau harga pangan, pemerintah daerah juga melakukan pengecekan ke rumah potong unggas guna memastikan kebersihan dan kehalalan produk yang dijual kepada masyarakat.

Yuki memastikan stok kebutuhan pokok di Kabupaten Mamuju dalam kondisi aman dan tidak terjadi kelangkaan menjelang Idul Adha.

“Semua tersedia, bahan pokok kita tidak ada yang langka. Jadi masyarakat tetap tenang karena kebutuhan aman sampai setelah lebaran,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *