MAMUJU, editorial9.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat mendukung langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memperkuat literasi digital di tengah derasnya arus informasi di ruang digital. Dukungan itu disampaikan menyusul imbauan Komdigi agar masyarakat memahami secara utuh pesan Presiden Prabowo Subianto dan tidak mudah terpengaruh narasi yang dapat memicu pesimisme terhadap masa depan bangsa.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa kiasan politik “londo ireng” yang sempat disampaikan Presiden bukanlah tudingan terhadap profesi, media, maupun kelompok tertentu. Menurutnya, pernyataan tersebut merupakan peringatan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang sengaja membangun narasi seolah Indonesia tidak memiliki masa depan.
Merespons hal itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menyatakan siap mendukung dan menindaklanjuti upaya edukasi publik yang dilakukan Komdigi.
Ridwan mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam merespons berbagai isu yang ramai diperbincangkan masyarakat, khususnya di ruang digital, sebagai upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Informasi yang berkembang di ruang digital begitu cepat. Ini menjadi tantangan tersendiri yang menuntut masyarakat untuk lebih bijak, kritis, dan teliti sebelum menyerap maupun menyebarkan suatu informasi,” kata Ridwan, Selasa (28/7/2026).
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, instansi vertikal, hingga insan pers sebagai mitra strategis Pemprov Sulbar, memperkuat sinergi dalam menjaga ruang publik tetap sehat dan kondusif.
“Untuk itu, saya mengajak seluruh pihak, baik Pemprov maupun Pemkab, instansi vertikal, termasuk pers sebagai mitra strategis Pemprov Sulbar, diperlukan sinergi dan kolaborasi dalam menjaga ruang publik tetap sehat, kondusif, serta terhindar dari disinformasi,” ujarnya.
Ridwan berharap, penguatan literasi digital dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi secara utuh sehingga ruang digital di Sulawesi Barat tetap sehat, produktif, dan terbebas dari penyebaran hoaks maupun disinformasi.(*)






