MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mempercepat pembentukan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) guna mengintegrasikan layanan kesehatan mental lintas sektor dan memperluas akses bagi masyarakat, ditandai dengan keikutsertaan Biro Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Sulbar dalam sosialisasi pembentukan TPKJM tingkat provinsi yang digelar secara virtual melalui Zoom, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan koordinasi antarinstansi untuk mempercepat legalitas sekaligus memastikan tim dapat segera berfungsi optimal. TPKJM diproyeksikan menjadi wadah kolaboratif dalam menangani persoalan kesehatan jiwa secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, penanganan, hingga rehabilitasi psikososial.
Kepala Biro Pemkesra Setda Sulbar, Murdanil, menegaskan bahwa pembentukan tim tersebut merupakan kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks dan berdampak pada kesehatan mental masyarakat.
“Kesehatan jiwa merupakan pilar fundamental kesejahteraan masyarakat. Melalui TPKJM, kami ingin memastikan adanya sinergi kuat antarinstansi, sehingga layanan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi terpadu dan mudah diakses,” kata Murdanil.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen mengawal proses administratif dan koordinatif agar pembentukan TPKJM dapat segera difinalisasi dan diimplementasikan di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat.
Langkah ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan sektor kesehatan, termasuk kesehatan jiwa sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Pemerintah provinsi optimistis, dengan terbentuknya TPKJM, penanganan masalah kesehatan jiwa akan menjadi lebih terarah, terpadu, dan humanis. Selain itu, masyarakat juga diharapkan turut meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan masing-masing demi mewujudkan Sulawesi Barat yang sehat dan sejahtera.(*)






