Polman – editorial9 – Pelaksanaan seleksi badan adhoc untuk Pemilu tahun 2024 mendatang di KPU Kabupaten Polman, dikeluhkan peserta.
Diketahui, KPU Kabupaten Polman telah mengumumkan 5 besar nama-nama calon anggota PPK, yang nantinya akan bertugas mengawal proses pesta demokrasi 2024 mendatang.
Terkait hal tersebut, salah seorang dari peserta PPK, menduga dalam proses seleksi tersebut, ada oknum di luar KPU Kabupaten Polman, yang ikut andil dalam mendorong nama-nama yang akan diluluskan.
“Ada oknum diluar KPU yang diduga melakukan titip menitip dalam pelaksanaan perekrutan tersebut, dimana saya pernah bertatap muka sama oknum diluar lembaga KPU tersebut,” ucap peserta seleksi PPK di Kabupaten Polman, yang enggan disebutkan identitasnya itu, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis, 15/12/22.
“Dari hasil pleno yang telah dilaksanakan, sebenarnya sudah ada 5 nama di depannya yang terdiri 15 orang yang telah lulus CAT,” sambungnya.
Dengan adanya dugaan titip menitip nama tersebut, kata peserta itu integritas dan profesionalitas serta loyalitas dalam proses seleksi sebagaimana yang ditekankan saat wawancara, telah sangat kurang.
“Sehingga loyalitas ini, masih dipertanyakan apakah loyalitas terhadap penyelenggaraan Pemilu atau loyalitas kepada orang-orang tertentu diluar dari penyelenggara Pemilu mendatang, tepatnya 14 Februari 2024,” tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, di waktu yang sama, Ketua KPU Kabupaten Polman, Rudianto, secara tegas membantah dugaan tersebut.
“Terkait dugaan ini, kami nyatakan tidak benar adanya. Seluruh tahapan seleksi badan adhoc, kami laksanakan secara profesional, sesuai Peraturan KPU dan Juknis yang ada,” tegas Rudianto via WhatsApp.(Mp)






