MAMUJU, editorial9.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Sulawesi Barat (Sulbar) bakal digelar secara sederhana. Meski begitu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar memastikan pelaksanaannya tetap mengedepankan makna persatuan dan semangat kebangsaan.
Persiapan peringatan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar, Junda Maulana, di Mamuju, Jumat (16/10/2026).
Junda mengatakan, petunjuk teknis pelaksanaan peringatan Sumpah Pemuda tahun ini memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk menyesuaikan kegiatan dengan situasi dan kondisi yang ada.
“Untuk persiapan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, petunjuk teknisnya berbeda dari tahun sebelumnya. Daerah diberikan keleluasaan untuk melaksanakan kegiatan dengan cara yang sederhana. Namun, kesederhanaan tersebut tidak mengurangi makna dan hikmah peringatan Sumpah Pemuda,” ujar Junda.
Salah satu penyesuaian terdapat pada ketentuan pakaian peserta. Tahun ini, penggunaan pakaian dinas yang berlaku menjadi prioritas dengan aturan yang lebih fleksibel dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Meski digelar sederhana, susunan acara tetap dirancang untuk mempertahankan nilai perjuangan, persatuan, dan semangat kebangsaan yang menjadi inti peringatan Sumpah Pemuda.
Sejumlah unsur direncanakan terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga kelompok masyarakat lainnya.
Pembacaan ikrar Sumpah Pemuda juga akan menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Selain itu, perwakilan ASN yang mengenakan pakaian adat direncanakan turut dilibatkan untuk menggambarkan keberagaman budaya yang menyatukan bangsa Indonesia.
Junda menegaskan, peringatan Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan mendorong kontribusi generasi muda dalam pembangunan daerah.
Dia turut berpesan agar pemuda Sulbar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan, terus belajar, dan mengisi waktu dengan kegiatan produktif demi mempersiapkan masa depan.
“Bagi pemuda di Sulbar, never give up, jangan menyerah. Pandanglah masa depan sebagai sebuah harapan. Isi hari-hari dengan sebaik-baiknya, belajar bagi yang sedang belajar, dan lakukan hal-hal produktif untuk menyusun masa depan yang kita cita-citakan,” pesannya.
Menurut Junda, generasi muda merupakan penerus bangsa yang diharapkan mampu mengambil peran nyata sebagai pelaku pembangunan, khususnya di Sulawesi Barat.(*)






