POLMAN —Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju, Sulawesi Barat, meninjau langsung lokasi pertanian bawang merah di Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), yang terserang hama ulat, Kamis (16/4/2026).
Kunjungan tersebut didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (Disbuntarnak) Polman, Muhammad Yunus.
Yunus mengatakan bahwa kunjungan BWS ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi petani, usai Bupati H.Samsul Mahmud, melakukan kunjungan lapangan beberapa hari lalu.
“Bapak Bupati Polman H. Samsul Mahmud langsung bergerak cepat dengan mengoordinasikan balai wilayah sungai, untuk melakukan survei titik-titik sumber air yang tersedia,” ucap Yunus, saat dikonfirmasi.
Ia juga menjelaskan, bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya percepatan penyediaan dukungan infrastruktur air bagi petani bawang merah.
“Sehingga dengan ketersediaan sumber air yang memadai dan aman, praktik budidaya pertanian dapat berjalan lebih baik dan tanaman menjadi lebih kuat serta tahan terhadap serangan OPT,” ujarnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ATAP BWS Sulawesi V, Andi R. Tenri, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi secara tertulis dari Pemerintah Kabupaten Polman.
“Namun, komunikasi dan koordinasi telah dilakukan secara langsung dengan Bapak Bupati terkait kondisi hamparan bawang merah di Kecamatan Balanipa yang membutuhkan dukungan air,” ungkap Andi Tenri.
Lebih lanjut Ia menuturkan, bahwa secara kebijakan nasional, prioritas pemerintah saat ini masih difokuskan pada komoditas pangan utama, seperti padi.
“Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang tetap menjadi bagian dari perhatian program kami, namun belum termasuk dalam skema SIPURI (Sistem Informasi Program Usulan Irigasi). Ke depan, usulan tersebut dapat diajukan melalui bidang terkait agar dapat kami akomodasi,” tutupnya.(Mp)






