Perpusip Sulbar Hidupkan Wisata Pustaka Akhir Pekan

Perpustakaan daerah Provinsi Sulbar.(Dok Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menghidupkan layanan wisata pustaka dengan membuka dan mengoptimalkan berbagai layanan perpustakaan pada hari libur, khususnya Sabtu dan Minggu. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan minat kunjungan masyarakat sekaligus memperkuat budaya literasi di Sulbar.

Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula, mengatakan perpustakaan harus terus berinovasi agar tetap relevan dan diminati masyarakat, terutama pada akhir pekan saat aktivitas warga meningkat.

Bacaan Lainnya

“Perpustakaan harus terus berinovasi untuk menarik minat kunjungan, khususnya pada hari libur Sabtu dan Minggu. Ini menjadi momentum yang tepat bagi siswa dan mahasiswa untuk memanfaatkan hari libur dengan kegiatan yang produktif dan edukatif di perpustakaan,” kata Mustari, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, optimalisasi layanan wisata pustaka tersebut sejalan dengan program unggulan Gerakan Sulbar Mandarras yang digagas Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Program ini bertujuan memperluas akses literasi, meningkatkan minat baca, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui Gerakan Sulbar Mandarras, kami mendorong perpustakaan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang belajar, ruang interaksi, dan ruang tumbuhnya kreativitas,” jelasnya.

Selain membuka layanan rutin di akhir pekan, Perpusip Sulbar juga mengintegrasikan berbagai kegiatan literasi dalam agenda Festival Literasi yang dikemas secara edukatif dan rekreatif. Kegiatan ini melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, hingga keluarga.

Beragam aktivitas disiapkan, mulai dari membaca bersama, diskusi buku, lomba literasi, hingga kegiatan kreatif anak. Mustari berharap keterlibatan keluarga dapat semakin memperkuat budaya literasi sejak dini.

“Kami ingin perpustakaan menjadi destinasi wisata edukatif keluarga. Orang tua dapat mengajak anak-anaknya berkunjung ke perpustakaan, membaca buku, mengikuti kegiatan literasi, dan mengisi waktu libur dengan aktivitas yang bermanfaat,” ujarnya.

Adapun layanan yang dioptimalkan meliputi layanan baca di tempat, koleksi anak dan remaja, ruang diskusi, pojok literasi, serta kegiatan tematik berbasis budaya dan kearifan lokal Sulbar. Layanan juga diperluas ke ruang-ruang publik dan spot wisata, salah satunya di kawasan Pantai Pelabuhan Feri Simboro Mamuju setiap Sabtu dan Minggu sore.

Melalui optimalisasi layanan wisata pustaka di akhir pekan, Perpusip Sulbar berharap perpustakaan semakin berperan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat, penggerak literasi daerah, sekaligus destinasi wisata literasi yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *