Petanque Sulbar ‘Terpuruk’ di Pra PON Aceh, Praktisi Olahraga Soroti Kepengurusan FOPI

Praktisi olahraga, Muhammad Firman Halip.

Sulbar – editorial9 – Praktisi olahraga Muhammad Firman Halip, menyoroti kepengurusan Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Provinsi Sulbar.

Keritikan itu diutarakan, menyusul hasil buruk yang diraih atlet Cabang Olahraga (Cabor) Petanque Sulbar diajang pra Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2025 Aceh-Sumut, di Tabanan Provinsi Bali.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dari 13 nomor yang dipertandingkan di Cabor petanque, Sulbar tak mampu mempersembahkan satupun medali. Sehingga, ia menilai hasil tersebut tidak terlepas dari buruknya tata kelola kepengurusan FOPI Sulbar.

“Setelah organisasi berjalan dengan baik dan sempurna, barulah berbicara prestasi dan pembinaan. Prestasi itu tidak mungkin bisa terjadi kalau organisasinya tidak solid. Untuk menyatukan organisasi dalam mewujudkan prestasi, tentunya dibutuhkan solidaritas,” ucap Firman, melalui press rilisnya, Kamis, 13/07/23.

Ia menambahkan, sebagai perintis awal dan pendiri FOPI Sulbar, secara pribadi pihaknya sangat ingin atlet khususnya di Cabor petanque mampu menorehkan prestasi di ajang nasional.

“Namun karena masih ada dalam circle dan oknum yang tidak bertanggung jawab dalam jajaran struktur yang sifatnya tidak membangun dan mengedepankan ego. Sehingga prestasi itu hanya akan menjadi ucapan belaka,” ujar mahasiswa program Doktoral UNESA itu.

Firman juga menilai kepengurusan FOPI Sulbar yang ada saat ini, tidak memperlihatkan kemuan untuk melakukan pembinaan selama kepengurusan.

“Kemudian proses pelaksanaan musyawarah provinsi FOPI dilaksanakan cacat hukum dan cacat organisasi dan melakukan pelanggaran atas tuntutan AD dan ADR FOPI, dimana pelaksanaan tidak mengindahkan tentang kriteria, syarat dan tata cara penjaringan, penyaringan bakal dan calon ketua,” bebernya.

“Selanjutnya demikian cukup mengherankan selama kepemimpinan dan menjabat sebagai ketua tidak sama sekali melakukan pelantikan di Pengkab dan ironisnya lagi ada beberapa Pengkab sili berganti pergantian ketua tanpa musyawarah dan pelantikan,” sambungnya.

Atas dasar itu, pihaknya menilai hal tersebut menjadi bukti nyata, musyarawah provinsi yang dilaksanakan 30 Januari 2022 lalu cacat hukum. Seiring surat yang dirilis di media bahwa KONI Sulbar pada tanggal 25 Februari 2022 terdapat 11 cabang olahraga termasuk FOPI.

“Sehingga, selanjutnya kami akan koordinasi seluruh stekholeder pecinta dan pemerhati Petanque, termasuk ke PB. FOPI sendiri,” tutupnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *