Porprov IV Terancam Batal, Hafisa : Bukan Salah Mamuju 

Bendahara KONI Kabupaten Mamuju, Hafisa Ayyub saat menggelar konferensi pers, Minggu, 04/12/22. (Dok : Mp)

Mamuju – editorial9 – Pelaksanaan Porprov ke-IV di Kabupaten Mamuju, yang rencana digelar 16-23 Desember 2022 mendatang terancam batal.

Menurut bendahara KONI Kabupaten Mamuju, Hafisa Ayyub, hingga saat ini perbaikan venue Cabor yang menyisakan waktu 12 hari dari waktu pelaksanaan kegiatan, belum rampung.

Bacaan Lainnya

“Jika Mamuju hari ini tidak siap, maka itu bukan karena faktor kesalahan dari Mamuju,” ucap Hafisa, saat menggelar konferensi pers, di Warkop Kopi Singgah Mamuju, Minggu, 04/12/22.

“Tapi faktor kendalanya adalah, Pemprov Sulbar setengah hati mempercayakan Kabupaten Mamuju, untuk melaksanakan Porprov tahun ini,” sambungnya.

Selain itu ia menambahkan, bahwa salah satu alasan mendasar sehingga ia menilai Pemprov Sulbar selaku pelaksana kegiatan setengah hati, adalah lambatnya dana BKK, yang diteken di bulan Juni 2022 lalu.

“Jadi, kalau masih ada yang mengatakan bahwa Mamuju tidak siap, itu salah besar. Salah pernyataan itu,” tegasnya.

Mantan anggota DPRD itu, juga menegaskan bahwa Kabupaten Mamuju yang dipercaya menjadi tuan rumah dari event olahraga empat tahunan tingkat provinsi itu, sangat lah siap.

“Yang tidak siap adalah, yang menggerakkan persiapan itu. Siapa, ya penanggungjawabnya adalah dari Pemprov dan KONI Provinsi Sulawesi Barat,” ujarnya.

Dengan kondisi pekerjaan venue Cabor yang hingga saat ini belum rampung, kata Hafisa, maka pelaksanaan Porprov ke-IV, yang akan dilaksanakan tanggal 16-23 Desember 2022 mendatang, terkesan dipaksakan.

“Pertaruhannya, ketika Porprov ini gagal maka yang gagal adalah orang – orang Mamuju, bukan hanya cuma pemerintah,” bebernya.

Olehnya itu, ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda), agar tidak mengambil keputusan sendiri, terkait pelaksanaan Porprov ke-IV ini.

“Pikirkan orang-orang yang ada di Mamuju, karena saya sebagai orang Mamuju, tidak ingin dicemooh, bahwa Mamuju tidak siap,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Waduuhh gawat sekali nih.. Hafisa sang bendahara koni mamuju membuat pernyataan jangan salahkan mamuju jika porprov batal dilaksanakan (mengelak disalahkan). Fatal sekali, tiba masa tiba akal. Mengeluarkan statement di last minute injury time yg ogah disalahkan dan melempar kesalahan ke pemprov. Ini pertanda watak pecundang dan tak tau malu, sudah jelas2 salah malah mengelak. Apakah orang2 seperti ini tidak mengetahui bahwa jauh2 hari kabupaten mamuju telah ditetapkan sebagai tuan rumah porprov IV, itu berarti mamuju harus mempersiapkan diri dari segi anggaran yang seharusnya bisa direncanakan dalam penyusunan anggaran setiap tahunnya. Tuan rumah harus bisa memproyeksikan anggarannya bukan hanya berharap penuh pada dana BKK dari pemprov. Jika pemkab berpengalaman, tentunya ini (lambatnya dana bkk dicairkan) tidak akan menjadi problem toh nantinya juga akan dicairkan. Masa tidak punya solusi dalam masalah anggaran, ini menandakan ketidaksiapan mamuju sebagai tuan rumah dan hanya memaksakan keinginan dan gengsi untuk menjadi tuan rumah. Spekulasi2 di masyarakat khususnya masyarakat pecinta olahraga telah berkembang, cemoohan dan cibiran2 yg sangat tidak nyaman di telinga menjadi santapan hari2 “gayanaji, mau tong jadi tuan rumah baru tidak mampu, mamuju kere, dll. Jadi kesimpulan saya atas pernyataan sang bendahara yg konon paling berkuasa di koni mamuju (bendahara rasa bupati) sebaiknya anda mundur saja sebab anda sangat memalukan dan anda telah melakukan blunder yg sangat fatal. Mamuju kere.. slogan yg pantas untuk anda !!!