Putra Mahkota Naik Tahta, Bupati Harap Sinergi Kian Harmonis

  • Whatsapp
Sambutan Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, di acara pelantikan Maradika Mamuju, Rabu,15/09/21.(Dok : Diskominfosandi)

Mamuju – editorial9 – Dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid19, putra mahkota, Bau Akram Dai, akhirnya resmi naik tahta usai dilantik sekaligus dikukuhkan menjadi Maradika (Raja) Mamuju. Agenda pelantikan digelar di Rumah Adat Mamuju, Rabu, 15/09/21.

Bau Akram Dai yang dilantik oleh Andi Amir Dai menjadi raja Mamuju, menggantikan Maradika sebelumnya, almarhum Andi Maksum Dai, yang mangkat pada Selasa 08 September 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Terkait hal tersebut, Bupati, Sutinah Suhardi, selain menyampaikan selamat, ia juga berharap sinergitas antara Kerajaan Mamuju dengan Pemerintah Daerah (Pemda), akan semakin terjalin harmonis, terutama dalam upaya melestarikan nilai luhur budaya.

“Saya percaya, dibawah naungan maradika yang baru, dengan semangat dan energi yang lebih dinamis, akan mampu melanjutkan pondasi yang telah disusun dengan penuh kearifan oleh mendiang almarhum H.Andi Maksum Dai, sebagai maradika yang penuh dedikasi dan karisma, yang insya Allah kita kenang sepanjang masa,” ucap Sutinah, saat menghadiri acara pelantikan itu.

Sementara itu, Bau Akram Dai, yang baru saja dikukuhkan, mengaku bahwa tanggung jawab sebagai Maradika adalah tugas berat dan membutuhkan dukungan dari semua pihak.

“Utamanya dalam menjaga dan melestarikan nilai budaya, sebagai kearifan lokal yang harus dipertahankan,” ungkap Bau Akram Dai.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat itu, juga berharap agar semua elemen dapat bersatu dan menjadikan momentum penobatan dirinya sebagai pemegang tahta di Kerajaan Mamuju, menjadi kebahagiaan bersama, sehingga hal tersebut adalah kemajuan bersama.

“Kerajaan mamuju ini adalah Sapo kayyanna to Mamuju, atau rumah besar bagi kita yang ada di Mamuju, sehingga susah senang harus kita hadapi bersama,” bebernya.

Di tempat yang sama, Sekretaris panitia pelantikan dan pengukuhan, Usdi, berharap, selain menjadi momentum bersejarah bagi kerajaan Mamuju, eksistensi kerajaan akan didorong menjadi objek wisata budaya, yang akan semakin memperkaya khazanah kekayaan pariwisata di Bumi Manakarra.

“Prosesi tersebut, baru dapat dilaksanakan hari ini setelah sebelumnya telah diagendakan pada bulan Juli, dalam momentum peringatan hari jadi Mamuju,” tutur Kadis Pariwisata Kabupaten Mamuju itu.

Untuk diketahui, selain hadiri pada dewan adat, maupun lembaga serta pemangku dan keluarga besar maradika mamuju prosesi pelantikan dan pengukuhan juga dihariri oleh Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Batara Gowa III, Sultan Malikud Said 2, Raja Gowa XXXVIII. (Adv/Diskominfosandi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *