Rapim Pemprov Sulbar, Gubernur Ungkap Deretan Capaian 2025

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga dan Sekretaris Provinsi Sulbar Junda Maulana saat memimpin rapat pimpinan bersama jajaran OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, Jumat (19/12/2025). (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga memimpin rapat pimpinan (rapim) bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (19/12/2025).

Rapim yang dipandu Sekretaris Provinsi Sulbar Junda Maulana itu dihadiri pejabat eselon II dan III. Dalam rapat tersebut, Gubernur Suhardi Duka memaparkan capaian kinerja makro pembangunan daerah sepanjang 2025.

Bacaan Lainnya

Suhardi Duka menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada triwulan III 2025 mencapai 5,83 persen. Capaian tersebut menempatkan Sulbar dalam lima besar nasional dan dinilai sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang berada pada kisaran 4,6 hingga 5,6 persen.

“Target kita tidak jauh dari proyeksi Bank Indonesia. Dengan kondisi triwulan IV yang relatif stabil, kami optimistis pertumbuhan ekonomi dapat meningkat,” ujar Suhardi Duka.

Selain pertumbuhan ekonomi, Pemprov Sulbar juga mencatat penurunan tingkat kemiskinan. Target kemiskinan 2025 ditetapkan sebesar 10,42 persen, sementara realisasi hingga triwulan III telah berada di angka 10,41 persen. Adapun tingkat pengangguran ditargetkan 2,51 persen dan saat ini berada di angka 2,81 persen.

“Dengan kondisi ekonomi yang membaik, kita optimistis target kemiskinan dapat tercapai dan tingkat pengangguran terus menurun,” katanya.

Gubernur juga memaparkan kondisi ketenagakerjaan di Sulbar. Jumlah angkatan kerja tercatat 778,38 ribu orang dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 71,40 persen. Namun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulbar masih berada di angka 71,16, di bawah rata-rata nasional sebesar 75,9.

Ia merinci, kontribusi IPM tertinggi berasal dari Kabupaten Majene sebesar 73,25, disusul Mamuju 71,86, Pasangkayu 71,04, Polewali Mandar 69,88, Mamuju Tengah 68,53, dan Mamasa 66,68.

Pada sektor ekonomi rakyat melalui Program Panca Daya Satu, Pemprov Sulbar menyalurkan berbagai bantuan pertanian dan UMKM. Bantuan tersebut meliputi 1.870 ekor bibit kambing, 120.770 batang bibit durian, 1.204.760 batang benih kakao siap tanam, 200.000 bibit kopi, 47.290 botol pupuk organik, serta bantuan UMKM kepada 329 kelompok.

Sementara itu, Program Panca Daya Dua yang berfokus pada perlindungan sosial dan kesejahteraan masyarakat mencatat sejumlah capaian. Di antaranya cakupan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen bagi 43.335 jiwa, asuransi bagi 14.000 nelayan, program padat karya yang menyerap 2.136 tenaga kerja, rehabilitasi delapan rumah korban bencana, bantuan listrik hemat untuk 171 rumah tangga, serta bantuan tunai bagi 3.482 kepala keluarga miskin ekstrem.

Di bidang pendidikan melalui Program Panca Daya Tiga, Pemprov Sulbar melakukan pengadaan meubel SMA sebanyak 17 paket dan perlengkapan peserta didik 750 paket. Selain itu, dukungan operasional boarding school disalurkan untuk SMAN 3 Majene sebesar Rp 511 juta dan SMK Rea sebesar Rp 230 juta.

Pemprov Sulbar juga menyalurkan 1.055 beasiswa bagi siswa SMA/SMK/SLB, 537 beasiswa pendidikan tinggi, serta 286 beasiswa bagi aparatur sipil negara (ASN).

Untuk Program Panca Daya Empat, Pemprov Sulbar memfokuskan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur. Kegiatan yang dilakukan antara lain peningkatan jaringan irigasi di tiga daerah, penataan 10 bangunan gedung, rekonstruksi jalan sepanjang 20,71 kilometer, pembangunan jalan baru sepanjang 7,109 kilometer, serta pembangunan dua unit jembatan.

Selain itu, dilakukan rekonstruksi Jembatan Labuang Rano, rehabilitasi jembatan di Desa Ahu, Kecamatan Tapalang Barat, serta rekonstruksi tanggul banjir di Desa Tapandullu, Kabupaten Mamuju. Pemprov Sulbar juga menyalurkan tujuh unit truk sampah ke Kabupaten Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar, serta membangun sarana air bersih di 55 titik.

Adapun Program Panca Daya Lima diarahkan pada penguatan tata kelola pemerintahan. Langkah yang ditempuh antara lain penyederhanaan struktur organisasi dari 35 menjadi 29 OPD, penerapan standar baru seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama melalui wawancara terbuka, serta penguatan kolaborasi antarpemerintah daerah.

“Termasuk profiling terhadap 455 ASN, kebijakan TPP yang lebih berkeadilan, serta percepatan program Sulbar bebas blank spot di 90 titik,” tutup Suhardi Duka.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *