Rusaknya Feri Mini, Kadishub Mamuju Minta Pertimbangan Inspektorat

  • Whatsapp
Kondisi terkini kapal feri mini, milik Pemkab Mamuju.

Mamuju – editorial9 – Menanggapi kondisi  kapal feri mini, di Pulau Balak-balakang, milik Pemerintah Kabupaten, yang saat ini tak dapat difungsikanK lagi, Dinas Perhubungan (Kadishub) Mamuju, Jumardi, angkat bicara.

Menurut Jumardi, dalam rangka menindaklanjuti masalah kapal feri mini yang saat ini tak dapat difungsikan lagi, pihaknya telah meminta pertimbangan teknis ke inspektorat.

Bacaan Lainnya

“Memang kita sudah minta pertimbangan teknis dan ternyata telah dialihkan ke inspektorat, karena kan kita tidak mau gegabah untuk perbaikan,” ucap Jumardi, kepada editorial9.com, via telepon, Kamis, 11/06/20.

Selain itu ia juga menambahkan, alasan utama sehingga pihaknya meminta pertimbangan ke pihak inspektorat, guna menghindari adanya pembengkakan biaya,  jika pihaknya kembali menganggarkan untuk perbaikan kapal tersebut.

“Karena jangan sampai kita anggarkan untuk perbaikan, jangan sampai jadi besar biayanya kan. Jadi akhirnya kami koordinasikan dengan inspektorat, inspektorat minta ke instansi teknis, untuk meminta kira – kira bagaimana dengan kondisi kapal itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, terkait rencana untuk perbaikan atau memprogramkan kembali pengadaan kapal feri mini, kata Jumardi, secara keseluruhan tergantung dari hasil pertimbangan instansi teknis.

“Itulah yang kita lihat pertimbangan teknisnya nanti dari instansi teknis dek.
Kalau saya tidak salah, inspektorat itu minta ke sahbandar kayaknya,” jelasnya.

“Kalau kita lihat secara kasat mata, mungkin adek sudah lihat, dimana – mana di media sosial kan, makanya saya turun langsung juga kemarin dan itu saya minta ke inspektorat. Artinya jangan sampai hasilnya sama lagi kan, kalau instansi teknis yang memberikan pertimbangan kan pasti tepatlah insya Allah,” sambungnya.

Jumardi juga menuturkan, bahwa berdasarkan hasil pantauan langsungnya di lapangan, kondisi kapal feri mini tersebut, sudah rusak parah, sehingga pihaknya tidak langsung mengambil langkah dalam hal proses penganggaran.

“Ya kalau rusak beratnya ya rusak berat, oleh karena itu saya tidak berani langsung mengambil tindakan, untuk dianggarkan atau bagaimana, karena kan ada proses – proses ketika kita memperbaiki kan,” tutupnya. (FM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.