Sulbar – Gubernur Provinsi Sulbar Suhardi Duka (SDK), menjanjikan pengerjaan pendangkalan sungai Tumpiling-Galeso di Kabupaten Polman, akan dikerjakan tahun 2026 mendatang.
Hal itu disampaikan saat menghadiri acara tasyakuran SDK-JSM di kediaman anggota DPRD Sulbar Gusrinaldi Husain, di Wonomulyo, Kabupaten Polman, Sabtu, (24/5/2025).
SDK mengaku banyak menerima ucapan terimakasih dari warga Matakali karena tahun ini sudah bisa panen, setelah sebelumnya tidak bisa panen karena banjir.
“Alhamdulillah tahun ini kita sudah kerjakan dan sampai saat ini pekerjaannya masih berjalan dan akan sampai ke muara sungai,” ucap SDK.
“Untuk sungai Tumpiling seperti yang disampaikan pak Gusrinaldi kita akan kerjakan tahun depan,” sambungnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Polman di tahun 2025 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 60 miliar. Dana ini, nantinya akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur jalan, termasuk peningkatan produksi pertanian dan drainase di wilayah Kecamatan Wonomulyo.
“Tahun ini Polman ada kurang lebih 60 miliar kita akan alokasikan untuk memperbaiki infrastruktur termasuk drainase di wilayah ini. Anggarannya sekitar 2 miliar untuk memperbaiki drainase. Itu yang pak Gusrinaldi yang memperjuangkan katanya dia minta sekitar 2 miliar tapi saya katakan biar 3 miliar kalau pak Gusrinaldi yang minta,” ujarnya.
Mantan Bupati Mamuju dua periode itu, juga menyampaikan komitmennya akan menekan angka kemiskinan yang ada di Bumi Tipalayo, utamanya masyarakat di garis kemiskinan ekstrem. Ia berjanji, dalam dua tahun ke depan, akan mengoptimalkan pekerjaan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.
“Saya bersama wakil gubernur bapak Salim S Mengga, juga berkomitmen untuk mengatasi kemiskinan, terutama masyarakat yang berada dalam kemiskinan ekstrem. Insyaallah dalam dua tahun kita akan mengatasi kemiskinan ini. Dan kita, sudah alokasikan anggarannya,” bebernya.
“Tahun ini, sekitar kurang lebih 5 ribu KK kita kasi bantuan uang agar dia bisa bekerja. Itu semata-mata untuk mengatasi kemiskinan ekstrem yang ada di masyarakat. Mengatasi miskin yang lain juga kita lakukan dengan sejumlah program yanga ada,” tutupnya.(*)






