SDK Kenang Momen Pilgub Bersama Almarhum Salim S. Mengga Saat Safari Ramadan di Polman

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menyampaikan sambutan saat kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulbar yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan doa mengenang 40 hari wafatnya Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga di Rumah Jonga, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (12/3/2026). (dok. editorial9.com)

POLMAN – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) mengenang momen kebersamaannya dengan almarhum Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulbar 2024.

Kenangan itu disampaikan SDK dalam kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulbar yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama sekaligus memperingati 40 hari wafatnya Salim S. Mengga.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut digelar di Rumah Jonga, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Kamis (12/3/2026), dan dihadiri ratusan masyarakat serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, SDK mengaku masih mengingat dengan jelas momen deklarasi dirinya bersama Salim S. Mengga yang juga berlangsung di Rumah Jonga pada 5 Agustus 2024 lalu, menjelang kontestasi Pilkada.

“Saya masih ingat betul di sini, di Rumah Jonga ini, kita bersama-sama dengan almarhum saat deklarasi pada 5 Agustus 2024 lalu dalam rangka Pilkada,” kata SDK.

Ia juga mengenang momen haru setelah pasangan mereka dinyatakan menang berdasarkan hasil real count Pilgub Sulbar pada 29 November 2024.

“Saya juga masih ingat, saya lama berpelukan dengan almarhum saat selesai Pilgub. Semua kenangan itu terekam jelas di memori kepala saya,” ujarnya.

SDK mengatakan, selama kebersamaan mereka memimpin Sulbar, almarhum Salim S. Mengga banyak memberikan pesan moral, nasihat, serta komitmen kuat dalam membangun daerah.

“Dalam perjalanan ini, kurang satu bulan genap satu tahun saya bersama-sama almarhum memimpin Provinsi Sulawesi Barat,” tuturnya.

Ia mengaku kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi dirinya dan masyarakat Sulbar. Namun menurutnya, manusia tidak memiliki kekuatan selain kehendak Allah.

“Kalau keinginan kita tentu almarhum jangan pergi. Kita masih butuh kehadirannya di tengah-tengah kita, kita masih butuh nasihatnya, komitmennya, dan keteladanannya. Tapi Laa haula wa laa quwwata illa billah, kita manusia tidak punya kekuatan kecuali dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” katanya.

Pada peringatan 40 hari wafatnya Salim S. Mengga yang bertepatan dengan 22 Ramadan tersebut, SDK mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan almarhum.

“Cukuplah tangis kita. Saya pun menahan tangis, apalagi hari ke-40 ini. Cukuplah kita mendoakan dan meyakini bahwa almarhum jauh lebih baik tempatnya di sana,” ujar SDK.

Kegiatan Safari Ramadan itu juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud, Wakil Bupati Polewali Mandar Andi Nursami Masdar, jajaran organisasi perangkat daerah Pemprov Sulbar, pimpinan OPD Pemkab Polman, serta ratusan masyarakat dan tamu undangan lainnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *