MAMUJU – editorial9.com – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), melontarkan sinyal politik kepada Partai Amanat Nasional (PAN) menjelang kontestasi Pilgub Sulbar 2029. Di hadapan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, SDK menyatakan optimistis PAN akan kembali berada dalam barisan koalisinya.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Sulawesi Barat yang digelar di Ballroom Grand Maleo Hotel, Mamuju, Jumat, 3 Juli 2026.
Kegiatan bertema “Satu Tekad Bantu Rakyat” tersebut dihadiri jajaran pengurus PAN dari enam kabupaten se-Sulbar.
Sejumlah kader PAN dari kalangan publik figur juga tampak hadir memeriahkan acara, di antaranya Sigit Purnomo, Desy Ratnasari, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Verrell Bramasta.
Dalam sambutannya, SDK mengawali pidatonya dengan mengapresiasi kiprah PAN di Sulawesi Barat. Menurutnya, PAN telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah melalui kader-kader yang mampu membangun kolaborasi lintas kepentingan.
“PAN Sulawesi Barat telah memberikan perjalanan yang indah di daerah ini, baik di kabupaten maupun di provinsi. Peran strategisnya mampu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kader-kadernya santun, kader-kadernya bisa kerja sama membangun kolaborasi,” ujar SDK.
SDK juga mengenang hubungan politiknya dengan PAN. Ia mengaku dua kali maju dalam Pemilihan Bupati Mamuju dengan dukungan PAN, termasuk saat Eko Patrio datang berkampanye pada 2010.
“Olehnya itu PAN sangat diterima di seluruh Sulawesi Barat. Saya sendiri dengan PAN dua kali saya bupati dicalonkan oleh Partai Amanat Nasional,” katanya.
Di hadapan Zulkifli Hasan dan ribuan kader PAN, SDK kemudian mengulas karakter politik Sulawesi Barat yang menurutnya sangat dinamis. Ia mengatakan tidak ada satu pun partai yang dapat merasa aman karena peta politik daerah selalu berubah dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.
“Sulawesi Barat gelombangnya tidak datar, selalu bergelombang dan kadang-kadang ada badainya ikut. Olehnya itu tidak ada partai yang aman di Sulawesi Barat. Kadang-kadang yang menang di suatu pemilu dan pada akhirnya hilang di pemilu berikutnya. Itulah ciri Sulawesi Barat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, saat ini hanya empat partai yang berhasil mengirim wakil ke DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Barat, yakni PAN, Demokrat, PDI Perjuangan, dan NasDem. Kondisi tersebut, kata SDK, menunjukkan bahwa kemenangan politik tidak hanya ditentukan oleh besarnya partai, melainkan kemampuan memahami aspirasi masyarakat.
“Partai-partai besar yang lain tiba-tiba menghilang jadi tidak ada jaminan. Oleh karena itu yang bisa menang di Provinsi Sulawesi Barat ini adalah orang-orang yang piawai dan orang-orang yang pandai memahami denyut nadi kehidupan masyarakat Sulawesi Barat,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar itu secara terbuka mengirim sinyal koalisi kepada PAN untuk Pilgub Sulbar 2029. Meski pada Pilgub 2024 PAN tidak mengusungnya, SDK menegaskan hubungan baik kedua pihak tetap terjalin.
“InsyaAllah di 2029 PAN akan kembali bersama-sama dengan saya,” pungkas SDK yang disambut tepuk tangan ribuan kader PAN.
Pelantikan DPW dan DPD PAN se-Sulawesi Barat ini, menjadi momentum konsolidasi internal partai untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah. Kehadiran Ketua Umum PAN bersama Gubernur Sulbar, sekaligus menjadi panggung konsolidasi politik menjelang agenda politik nasional maupun daerah, pada tahun-tahun mendatang.(*)






