MAMUJU – editorial9.com – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menyambut kembali beroperasinya Kantor PT Taspen Cabang Mamuju setelah lima tahun terdampak gempa bumi Mamuju-Majene pada Januari 2021 lalu. Gedung baru Taspen Mamuju resmi digunakan setelah diresmikan bersama Direktur Utama PT Taspen (Persero), Rony Hanityo Aprianto, Rabu (17/6/2026).
Peresmian tersebut menjadi tanda pulihnya salah satu fasilitas pelayanan publik di Sulawesi Barat yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat gempa. Gedung baru Taspen Mamuju kini hadir dengan fasilitas yang lebih representatif untuk melayani ASN, pensiunan, dan peserta Taspen di daerah itu.
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menyampaikan apresiasi kepada PT Taspen yang telah membangun kembali kantor tersebut.
“Kami Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memberikan dukungan sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Dirut Taspen yang telah membangun gedung yang representatif ini. Memang peresmiannya sedikit terlambat, karena gempa terjadi tahun 2021 dan baru diresmikan tahun 2026. Namun yang jelas, hasilnya sangat baik dan representatif,” ujar SDK.
SDK bahkan mengaku menyukai desain gedung baru Taspen Mamuju yang didominasi warna biru.
“Warnanya juga saya suka. Ini warna saya, SDK sekali,” katanya disambut tawa para tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, SDK juga memperkenalkan sejumlah potensi unggulan Sulawesi Barat kepada jajaran PT Taspen. Ia menyebut Mamuju memiliki keunggulan berupa lingkungan yang masih terjaga dengan kualitas udara yang bersih.
“Kalau ada yang merasa paru-parunya kurang bersih, datang saja ke Mamuju. Udara di sini masih sangat alami dan bersih,” ungkapnya.
Menurut SDK, kualitas lingkungan tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga kawasan lindung dan ekosistem pesisir.
“Kami melakukan mitigasi lingkungan dengan baik. Kawasan lindung tetap dipertahankan dan terumbu karang juga terus dijaga. Karena itu kualitas lingkungan dan udara di daerah ini masih sangat baik,” jelasnya.
Selain lingkungan, SDK juga memaparkan kekuatan ekonomi Sulawesi Barat yang banyak ditopang sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Ia menyebut sektor tersebut memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulbar, dengan komoditas unggulan seperti kakao, kopi, dan kelapa sawit yang memiliki peluang besar di pasar dunia.
“Kalau orang Jakarta khawatir dolar naik, kami justru berharap nilai dolar berpengaruh atas komoditas kami yang masuk daftar ekspor dan mengikuti harga dunia. Harga kakao yang sebelumnya sekitar Rp60 ribu per kilogram kini sudah mencapai sekitar Rp80 ribu. Begitu juga sawit dan komoditas lainnya,” katanya.
SDK juga menegaskan dirinya tidak sepakat dengan anggapan yang menyebut Sulawesi Barat sebagai daerah miskin.
“Saya tidak bisa menerima kalau Sulbar disebut miskin. Sulbar ini kaya. Yang miskin itu pemerintahnya,” ujarnya berseloroh.
Di akhir sambutannya, Gubernur Sulbar membuka peluang kerja sama lebih luas antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan PT Taspen untuk mendukung peningkatan pelayanan masyarakat.
“Jika ada hal-hal yang bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, kami siap memberikan dukungan. Terima kasih kepada Pak Dirut dan seluruh jajaran direksi yang telah hadir dan bersama-sama membangun pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Barat,” tutupnya.
Beroperasinya kembali Kantor PT Taspen Cabang Mamuju diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta Taspen di Sulawesi Barat sekaligus menjadi simbol kebangkitan fasilitas publik setelah bencana gempa yang melanda Mamuju dan Majene pada 2021 lalu. (Rls)






