MAMUJU – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat, Junda Maulana, mengajak para dai berperan aktif menjadi jembatan informasi kepada masyarakat guna mencegah lonjakan harga menjelang Idul Adha 1447 H.
Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Refreshment Gerakan Bersama Jaga Inflasi (GERAI) Sulawesi Barat di Hotel Matos, Mamuju, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini digelar oleh Bank Indonesia bersama Pemprov dan Kementerian Agama Sulbar sebagai upaya menjaga inflasi tetap terkendali di momen hari besar keagamaan.
Junda menekankan, momentum Idul Adha kerap diiringi kenaikan harga kebutuhan pokok. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak, termasuk para dai yang dinilai memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
“Karena kita sudah melakukan bagaimana penyediaan komoditas, kemudian transportasi keterjangkauan dan lain sebagainya. Tapi tinggal satu yaitu bagaimana komunikasi, karena apa pun yang dilakukan pemerintah, kalau masyarakatnya tidak mendukung maka tidak akan sukses,” jelasnya.
Menurutnya, para dai diharapkan mampu menyampaikan pesan yang sederhana namun berdampak, terutama mengajak masyarakat agar tidak merayakan Idul Adha secara berlebihan.
Selain itu, distribusi daging kurban juga perlu diperhatikan agar lebih merata, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Hal ini penting untuk menghindari lonjakan permintaan yang bisa memicu kenaikan harga di pasar.
“Sebenarnya peran ini tidak hanya sampai di sini. Kita berharap sustainable, para dai ini bukan hanya momentumnya ini, tapi dimana-mana juga memberikan advokasi penjelasan kepada masyarakat berkaitan inflasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Junda memastikan kondisi inflasi di Sulawesi Barat saat ini masih dalam kondisi terkendali. Berdasarkan data year on year (y-on-y), inflasi berada di angka 1,6 persen.
“Syukur alhamdulillah Sulawesi Barat ini Y-on-Y itu 1,6 persen masih dalam batas normal karena inflasi yang bagus itu ada 2,5 persen plus minus 1 persen. Kita 1,6 artinya masih di atas batas bawah yaitu 1,5 persen. Itu yang kita perlu jaga,” pungkasnya.(*)






