Polman – Anggota Komisi IX DPR-RI, Andi Ruskati Alibaal, menghimbau agar seluruh masyarakat, khususnya ibu hamil dan yang memiliki anak bawah lima tahun rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan di Posyandu.
Hal itu disampaikan, saat menghadiri acara sosialisasi program percepatan stunting, yang dilaksanakan BKKBN Provinsi Sulbar, di Desa Tandassura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polman, Selasa, 06/02/24.
Dalam kesempatan itu, ia juga menghimbau pada seluruh orang tua, agar tidak menikahkan anaknya terlalu dini, sebagai upaya mencegah terjadinya stunting.
“Idealnya menurut BKKBN perempuan kalau mau menikah minimal usia 21 tahun, laki-laki 25 tahun” ucap Andi Ruskati.
Selain itu, ia menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi penyakit berulang, terutama sejak dalam kandungan hingga anak usia di bawah dua tahun atau di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Jepang, negara yang kurang stuntingnya, karena mereka sering makan makanan bergizi, terutama ikan, makanya kita harus hidup sehat, jangan merokok,” ujarnya.
“Selain itu BKKBN juga menganjurkan cukup 2 anak, kalau terlalu banyak tidak terurus, sangat beresiko stunting” sambungnya.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa program percepatan penurunan stunting menjadi program prioritas nasional dengan target penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2024.
“Saat ini saya bersama bkkbn mensosialisasikan program percepatan penurunan stunting,” terangnya.
Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra itu, juga membeberkan bahwa angka stunting nasional, khususnya kabupaten di Provinsi Sulbar, masih sangat tinggi.
“Bahkan menjadi nomor urut 2 setelah NTT, masalahnya sangat kompleks, banyak yg menikah di bawah 19 tahun,”tutupnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Rezky Murwanto, menyampaikan bahwa BKKBN memiliki program yang disebut bangga kencana, program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.
“Stunting itu gangguan pertumbuhan, biasanya ditandai dengan tumbuh pendek, faktor-faktor yang sering menyebabkan stunting, salah satunya jika suami merokok dan istri yang sedang hamil terpapar asap rokok tersebut, juga air yang tidak bersih dan sanitasi buruk” tuturnya.(*)






