Sulbar Gandeng Jepang Pasang Seismometer untuk Perkuat Mitigasi Gempa

Suasana rapat koordinasi persiapan instalasi sistem seismometer yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulbar, Amir Dado, bersama BPBD Sulbar, IMV Corporation Jepang, dan JICA di Ruang Rapat Pusdalops BPBD Sulbar, Senin (3/8/2026). Dok. Humas Pemprov Sulbar.

MAMUJU, editorial9.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat upaya mitigasi bencana dengan menggandeng IMV Corporation Jepang dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk memasang sistem seismometer di lingkungan Kantor Gubernur Sulbar. Kerja sama tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Instalasi Sistem Seismometer yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulbar, Amir Dado, di Ruang Rapat Pusdalops BPBD Sulbar, Senin (3/8/2026).

Rapat dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah, Sekretaris BPBD Sulbar Arnidah, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Ulfian, jajaran BPBD Sulbar, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta tim dari IMV Corporation Jepang.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama internasional dalam proyek demonstrasi sistem seismometer yang didukung JICA. Dalam rapat dibahas pemaparan program demonstrasi, persiapan pra-instalasi perangkat, serta kebutuhan teknis dan operasional sebelum pemasangan dilakukan.

Pemasangan seismometer di kawasan Kantor Gubernur Sulbar diharapkan dapat memperkuat sistem pemantauan kegempaan sekaligus menjadi bagian dari sistem peringatan dini bencana yang lebih modern dan terintegrasi.

Selain membahas aspek teknis pemasangan, Pemprov Sulbar bersama BPBD, IMV Corporation Jepang, dan JICA juga mengoordinasikan kebutuhan utilitas, jaringan komunikasi, sistem keamanan, serta dukungan operasional agar proses instalasi dapat berjalan sesuai rencana.

Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan penguatan sistem pemantauan kegempaan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana.

Menurut Yasir, kerja sama dengan mitra internasional menjadi bukti bahwa Sulbar terus membuka ruang kolaborasi untuk membangun daerah yang lebih tangguh terhadap bencana.

“Sistem seismometer diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis data pada saat terjadi kejadian kegempaan,” kata Yasir Fattah.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *