Mamuju – Tokoh Masyarakat Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Samuel, mengapresiasi tiga tahun berjalannya pemerintahan Sutinah Suhardi, sebagai bupati di Kabupaten Mamuju. Ia pun angkat topi atas konsistensi Sutinah, terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pembangunan disektor pendidikan.
Hal itu diutarakan Samuel, saat menghadiri kampanye terbatas Paslon bupati-wakil bupati Sutinah Suhardi-Yuki Permana (Tina-Yuki) dan Cagub Sulbar nomor urut 3 Suhardi Duka (SDK), di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kamis, 24 Oktober 2024.
Samuel mengatakan, selama lebih dari tiga tahun kepemimpinan Sutinah, berbagai tantangan besar, seperti pandemi Covid19 dan gempa bumi dihadapi. Meskipun menghadapi banyak hambatan, akan tetapi Sutinah tetap fokus pada pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan.
“Di Karama ini, tidak ada lagi anak-anak yang belajar di teras-teras rumah. Hampir semua sekolah, sudah memiliki tenaga PPPK dan layanan kesehatan seperti BPJS kini mudah diakses. Dulu warga kesulitan mendapatkan layanan meski memiliki BPJS, tapi sekarang hanya dengan KTP, layanan kesehatan sudah bisa dinikmati, bahkan ambulans sudah tersedia di wilayah ini,” ungkap Samuel.
Dalam kesempatan yang sama, Sutinah berinteraksi langsung dengan warga, menanyakan mengenai layanan kesehatan. Warga mengakui bahwa di bawah kepemimpinannya, mereka merasa terbantu dan dapat menikmati layanan kesehatan dengan lebih baik.
Sutinah juga menegaskan komitmennya terhadap sektor kesehatan dengan menyampaikan bahwa anggaran sebesar 60 miliar telah dialokasikan untuk memastikan 98 persen warga mendapatkan akses layanan kesehatan saat menjadi Bupati dan akan terus dilanjutkan.
“Meski BPJS adalah program pemerintah tapi tidak gratis, sehingga pemerintahlah membayarkan iuran BPJS warga agar masyarakat bisa menikmati layanan kesehatan tanpa beban biaya,” jelas Sutinah.
Terkait pendidikan, Sutinah berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu sekolah. Ia menegaskan bahwa tidak ada lagi siswa yang harus belajar melantai, dan berjanji akan ada bantuan khusus untuk sekolah-sekolah yang tidak layak.
“Saat ini, hampir 1.500 tenaga PPPK sudah diangkat, yang sebelumnya hanya bergaji 300 ribu rupiah per bulan, kini mendapatkan gaji sekitar 3 juta rupiah. Tenaga pendidik juga sudah tersedia di hampir semua sekolah, ini bukti nyata, wujud komitmen kami untuk memajukan pendidikan,” katanya.
Sutinah juga berjanji untuk memenuhi permintaan masyarakat terkait pengadaan ambulans gratis yang akan ditempatkan di desa-desa agar pemanfaatannya lebih optimal, termasuk untuk keperluan pengangkutan jenazah.
Selain itu, ia juga akan memberikan bantuan kepada kelompok usaha warga desa sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal.
Sementara itu, Calon Wakil Bupati nomor 1 Yuki Permana, mengapresiasi kehadiran masyarakat, melanjutkan yang disampaikan oleh Sutinah, jika terpilih akan memprogramkan bantuan seragam gratis mulai SDK-SMP. (*)






