MAMUJU — Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S. Mengga meninjau langsung Rumah Sakit Regional Sulbar untuk memastikan ketersediaan infus dan obat-obatan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Senin malam (22/12/2025).
Peninjauan ini dilakukan menyusul beredarnya informasi di masyarakat terkait dugaan kekosongan stok infus di rumah sakit tersebut, yang sempat menimbulkan kekhawatiran publik terhadap pelayanan kesehatan selama libur panjang.
Di lokasi, Salim S. Mengga menegaskan bahwa stok infus di RS Regional Sulbar saat ini berada dalam kondisi aman dan pelayanan pasien berjalan normal. Pemerintah Provinsi Sulbar, kata dia, bergerak cepat berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit dan pihak distributor untuk mencegah gangguan layanan.
“Kami pastikan ketersediaan infus aman. Tidak boleh ada gangguan pelayanan, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru. Pemerintah bersama rumah sakit sudah menyiapkan langkah antisipatif agar stok tetap terjaga,” ujar Salim.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan memperkuat sistem pengawasan dan respons cepat terhadap potensi kekurangan alat kesehatan di seluruh fasilitas layanan kesehatan di Sulbar. Menurutnya, pelayanan publik tidak boleh menunggu persoalan menjadi viral terlebih dahulu.
“Kita ingin pemerintah hadir lebih cepat dari masalah. Pelayanan kesehatan harus profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, pihak RS Regional Sulbar memberikan klarifikasi terkait isu kelangkaan infus yang sempat beredar. Staf Bagian Penunjang RS Regional Sulbar, Bachtiar, menjelaskan bahwa kekosongan hanya terjadi sementara akibat keterlambatan distribusi dari pihak pemasok.
“Untuk saat ini, stok infus tersedia sekitar 2.000 botol. Selain itu, 5.000 botol tambahan sedang dalam proses pengiriman,” jelas Bachtiar.
Dengan ketersediaan tersebut, pihak rumah sakit memastikan pelayanan pasien selama perayaan Natal dan Tahun Baru tetap berjalan aman dan terkendali.
Pemerintah Provinsi Sulbar pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus memantau kesiapan fasilitas kesehatan selama momentum libur akhir tahun.(*)






