100 Hari Kerja, Tina-Ado Fokus Penanganan Dampak Bencana

  • Whatsapp
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi didampingi wakilnya Ado Mas'ud.

Mamuju – editorial9 – Bupati Kabupaten Mamuju Sutinah Suhardi bersama wakilnya Ado Mas’ud (Tina-Ado), membeberkan capaian program kerja 100 harinya, sejak dilantik pada 26 Februari Tahun 2021 lalu.

Menurut Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, pasca dirinya bersama Ado Mas’ud resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, ia langsung diperhadapkan dengan situasi kurang menguntungkan, lantaran adanya pandemi Covid19, ditambah lagi dampak bencana gempa bumi 15 Januari 2021 lalu, sehingga saat itu konsetrasinya hanya bersifat aktif untuk selalu hadir ditengah-tengah masyarakat yang terkena musibah.

Bacaan Lainnya

“Jadi memang kami untuk 100 hari kerja itu, kemarin kami tidak menargetkan yang tinggi sekali. Jadi kita konsennya memang lebih pada penanganan pasca bencana dan Alhamdulillah, dengan kordinasi yang baik antara Pemkab dan beberapa NGO, sehingga banyak daerah dan masyarakat yang kita sudah intervensi dari bantuan teman-teman,” ucap Sutinah saat dikonfirmasi awak media, di Rujab Sapota, Senin, 07/06/21.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam proses penanganan dampak bencana, pihaknya selaku pemerintah daerah langsung membentuk Satgas pemulihan dan rehabilitasi pasca gempa bumi di Kabupaten Mamuju, kemudian dilanjutkan dengan membentuk 7 kelompok Pokja yang masing-masing bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan berbagai mitra yang disesuaikan dengan spesifikasi bidangnya.

“Adapun Pokja yang telah dibentuk saat itu, dengan melibatkan kurang lebih 79 lembaga mitra, yakni Pokja Siater, Pokja kesehatan, Pokja bantu, Pokja pendidikan, Pokja Work, Pokja pelibatan masyarakat serta Pokja pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender, pemberdayaan perempuan, Lansia, difabel, perlindungan anak serta psikososial,” ungkapnya.

Selain penanganan pasca bencana gempa bumi, pihaknya juga fokus menangani masalah pandemi Covid19 dan hasilnya Kabupaten Mamuju masuk dalam status zona hijau.

“Untuk covid ini, kita kemarin itu Alhamdulillah di zona hijau, tapi tiga hari belakangan ini malah ada lonjakan kasus, kalau tidak salah terakhir itu kurang lebih 52 positiv covid dan setelah ditelusuri itu akibat adanya pekerja dari luar. Kita di Mamuju ini sebenarnya sudah menahan diri untuk tidak pulang kampung,” beber mantan Kadis perdagangan Kabupaten Mamuju itu.

Sementara itu Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas’ud, mengakui bahwa untuk program 100 hari kerjanya bersama Sutinah Suhardi, belum sepenuhnya memuaskan dan ia menilai hal tersebut merupakan sebuah pintu masuk, untuk melakukan atau memberikan pelayanan terhadap masyarakat di Bumi Manakarra.

“Kita berharap, beberapa capaian-capaian yang telah disampaikan oleh Bupati, terutama diproses penanggulangan dampak bencana alam itu dibalik ketidak puasan, kalau ada yang tidak puas, saya pikir kita sudah maksimal,” terang Ado.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Mamuju itu, juga membeberkan bahwa segala capaian dari program 100 hari kerjanya bersama Sutinah Suhardi khususnya dalam hal penanganan pasca bencana gempa itu terukur.

“Seperti misalnya dana stimulan, Alhamdulillah dana stimulan ini sementara proses 200 miliar lebih, tahapannya sekarang kita validasi data, kemudian beberapa bantuan yang tersalurkan baik itu dari pemerintah Kabupaten Mamuju, maupun bantuan dari teman-teman LSM. Itu atas keterbukaan kita pemerintah Kabupaten Mamuju,” tutupnya.(Adv/Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *