36 Hari, TNI AD Rampungkan Rehab Panti Asuhan di Polman

Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono bersama tamu undangan melakukan pengguntingan pita saat peresmian hasil rehabilitasi Panti Asuhan Ummahat Lapeo di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Polman, Kamis (22/10/2026). Dok. editorial9com

POLMAN, editorial9.com – TNI Angkatan Darat (AD) merampungkan rehabilitasi Panti Asuhan Ummahat Lapeo di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dalam waktu 36 hari kalender. Bangunan panti yang sebelumnya tidak layak huni itu kini telah selesai diperbaiki dan diresmikan pada Kamis (22/10/2026).

Peresmian dilakukan Komandan Korem (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Hartono. Panti asuhan tersebut berada di bawah naungan Yayasan Al Irsyad Polewali Mandar.

Bacaan Lainnya

Hartono mengatakan, rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari program sosial TNI AD yang dijalankan melalui jajaran Korem dan Kodim dengan melibatkan masyarakat serta pemerintah daerah.

“Ini merupakan program dari TNI AD, dari Bapak Kasad yang ditindaklanjuti oleh Korem dan Kodim dalam proses perehaban dengan bekerja sama dengan masyarakat sekitar, termasuk pemerintah daerah,” kata Hartono, Kamis (22/10/2026).

Dia menyebut Panti Asuhan Ummahat Lapeo merupakan lokasi ketiga yang direhabilitasi TNI AD di Sulawesi Barat. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar.

“Yang sudah dilaksanakan rehabilitasi sudah ada tiga titik di antaranya Majene, di Polewali tahun lalu dan terakhir di Lapeo. Kita akan terus mengupayakan membantu panti-panti asuhan yang kondisinya perlu bantuan,” ujarnya.

Hartono berharap rehabilitasi tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi anak-anak penghuni panti sekaligus mendukung terciptanya lingkungan tempat tinggal yang lebih layak.

Menurutnya, TNI AD juga berkomitmen membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial lainnya, termasuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

“Untuk masalah yang berhubungan dengan kehidupan sosial, permasalahan sosial yang dialami masyarakat ini kita akan terus mengupayakan membantu semampu kita, termasuk program-program lainnya yang tidak seperti ini atau dalam bentuk TMMD dan lain-lain,” tuturnya.

Meski demikian, Hartono mengatakan belum ada jadwal pasti untuk rehabilitasi panti asuhan berikutnya di Sulawesi Barat.

“Belum terjadwal, tapi insyaallah pasti ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Irsyad Polewali Mandar, Ahmad Saihu, menyampaikan apresiasi kepada TNI AD, khususnya Korem 142/Tatag, atas bantuan rehabilitasi tersebut.

Saihu mengatakan, kondisi bangunan panti sebelumnya tidak layak huni sehingga membutuhkan perbaikan untuk menunjang kenyamanan anak-anak yang tinggal di dalamnya.

“Terimakasih sudah merehabilitasi panti asuhan kami, dari pengurus sangat berterima kasih karena sebelumnya tidak layak huni. Alhamdulillah, dengan adanya rehabilitasi yang dilakukan oleh Danrem 142 ini, kami mendapatkan kebahagiaan,” ungkap Saihu.

Peresmian Panti Asuhan Ummahat Lapeo ini, turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Polman, jajaran Kodim 1402/Polman, Kementerian Agama Kabupaten Polman, Polsek Campalagian, perangkat Desa Lapeo, serta masyarakat setempat.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *