8 Rumah di Majene Ludes Terbakar, Polisi Beberkan Awal Kejadiannya

Personel kepolisian Polres Majene bersama warga saat membantu proses pemadaman api saat kebakaran di Lingkungan Tanjung Batu Timur, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur.(Dok : Ist)

Majene –  Delapan rumah milik warga di Lingkungan Tanjung Batu Timur, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, ludes terbakar. Peristiwa itu terjadi, sekitar pukul 15.50 Wita, Senin,11/11/24.

Menurut Kasi Humas Polres Majene, Iptu Suyuti, berdasarkan keterangan salah seorang warga setempat Ardiansyah (42), kebakaran bermula dari rumah salah satu warga, yang pada saat kejadian sedang mengemas pertalite ke dalam botol-botol, dengan menggunakan baskom besar di bawah kolom rumahnya.

Bacaan Lainnya

Di waktu yang bersamaan, istrinya juga sedang memasak di dekat tempat pengemasan bahan bakar tersebut.

“Api diduga berasal dari kompor yang menyambar wadah baskom berisi pertalite. Meskipun Rustam berusaha menyiramkan air untuk memadamkan api, namun api justru semakin membesar dan merembet ke rumah-rumah lainnya,” ucap Iptu Suyuti.

Mendengar teriakan meminta tolong, warga setempat langsung berinisiatif membantu memadamkan api tersebut. Sementara itu, tujuh unit mobil Damkar serta personel Polres Majene dan TNI segera terjun ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.

“Upaya pemadaman yang dibantu oleh warga setempat, berlangsung cukup lama.dan api berhasil dipadamkan setelah beberapa jam kemudian,” ungkapnya.

Ia juga memastikan, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material akibat kebakaran ini cukup besar. Delapan unit rumah hangus terbakar dan sejumlah barang milik warga ikut musnah.

“Pasca kejadian, tim identifikasi dari Sat Reskrim Polres Majene, langsung melakukan olah TKP, untuk menyelidiki penyebab kebakaran dan menghitung kerugian yang ditimbulkan,” bebernya.

Lebih lanjut ia juga menghimbau pada seluruh warga, untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan bahan mudah terbakar, seperti pertalite.

“Terutama, diarea yang dekat dengan api atau sumber panas lainnya,” tutupnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *