ATS di Sulbar Turun, Kini Tersisa 23.231 Anak

Mamuju, editorial9.com – Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Sulawesi Barat (Sulbar) turun dari sekitar 34 ribu menjadi 23.231 anak. Meski mengalami penurunan, puluhan ribu anak yang masih berada di luar sistem pendidikan menjadi tantangan bagi pemerintah daerah.

Berdasarkan dashboard Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) per 8 Oktober 2026, total ATS di Sulbar tercatat sebanyak 23.231 anak.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulbar, Muhammad Nehru Sagena, mengatakan penurunan jumlah ATS menjadi perkembangan penting dalam upaya memperluas akses pendidikan. Namun, upaya penanganan tetap perlu diperkuat.

“Penurunan jumlah ATS menjadi perkembangan penting, tetapi angka yang masih mencapai lebih dari 23 ribu anak menunjukkan bahwa upaya memperluas akses pendidikan di Sulbar masih perlu diperkuat,” kata Nehru, Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjadi daerah dengan jumlah ATS tertinggi, yakni 8.551 anak. Angka itu mencapai sekitar 36,8 persen dari total ATS di Sulbar.

Selanjutnya, Kabupaten Mamuju mencatat 4.859 anak tidak sekolah, disusul Pasangkayu sebanyak 3.557 anak.

Sementara itu, jumlah ATS di Kabupaten Mamasa tercatat 2.185 anak, Majene 2.129 anak, dan Mamuju Tengah sebanyak 1.950 anak.

Data Pusdatin Kemdikdasmen juga merinci status anak tidak sekolah di Sulbar. Sebanyak 13.100 anak masuk kategori belum pernah bersekolah (BPB), kemudian 3.951 anak tercatat putus sekolah (DO), sedangkan 6.180 anak masuk kategori tidak lagi bersekolah atau belum menyelesaikan pendidikan (LTM), sesuai klasifikasi dalam dashboard tersebut.

Data itu menunjukkan persoalan ATS tidak hanya menyangkut anak yang berhenti sekolah, tetapi juga anak yang belum pernah memperoleh akses pendidikan.

Untuk menekan angka ATS, Dikbud Sulbar mendapat dukungan beasiswa bagi anak tidak sekolah melalui hibah tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari NGO Kaizen senilai Rp 25 juta.

Program beasiswa tersebut direncanakan diluncurkan pada 20 Oktober 2026 melalui pertemuan daring menggunakan Zoom. Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dijadwalkan meluncurkan program tersebut.

Selain itu, Dikbud Sulbar juga dijadwalkan menerima kunjungan kerja Ketua DPRD dan Komisi IV DPRD Kabupaten Polewali Mandar untuk membahas penanganan ATS di Polman.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan upaya penanganan sesuai kondisi anak, baik yang belum pernah bersekolah, putus sekolah, maupun tidak melanjutkan pendidikan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *