Biro Pemkesra Sulbar Kunci Data Beasiswa, DTSN Diverifikasi Ketat

Tim Beasiswa Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat melakukan koordinasi dan verifikasi Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) bersama perangkat daerah terkait, Kamis (22/1/2026), dalam rangka memastikan keakuratan data penerima beasiswa tidak mampu. (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU – Tim Beasiswa Biro Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulawesi Barat memperketat verifikasi dan validasi Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) guna memastikan program beasiswa tidak mampu tepat sasaran.

Koordinasi dilakukan Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Pemkesra, Muhdar, bersama tim pada Kamis (22/1/2026). Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari penguatan akurasi data penerima beasiswa agar bantuan benar-benar diterima oleh keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam sistem nasional.

Bacaan Lainnya

Dalam proses tersebut, Biro Pemkesra berkoordinasi lintas sektor dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Barat. Penyelarasan data dilakukan untuk memadukan kewenangan masing-masing perangkat daerah sekaligus menghindari tumpang tindih penerima bantuan.

“Verifikasi dan pemutakhiran DTSN menjadi kunci agar program beasiswa berjalan akuntabel dan transparan. Data yang valid menentukan tepat tidaknya intervensi pemerintah,” ujar Muhdar di sela koordinasi.

Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat, khususnya bagi masyarakat kurang mampu, melalui kebijakan berbasis data terpadu.

Di tempat terpisah, Kepala Biro Pemkesra Setda Sulbar, Murdanil, menegaskan bahwa validasi data penerima beasiswa merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan.

“Program beasiswa tidak mampu ini sejalan dengan misi Pancadaya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga, terutama dalam penguatan sumber daya manusia. Dengan data yang terintegrasi antar perangkat daerah, intervensi pemerintah bisa lebih tepat sasaran dan berdampak nyata,” kata Murdanil.

Ia menambahkan, pengelolaan program kesejahteraan masyarakat akan terus didorong agar transparan, terintegrasi, dan berorientasi pada perluasan akses pendidikan.

Melalui verifikasi DTSN ini, Pemprov Sulawesi Barat berharap program beasiswa tidak mampu dapat berjalan optimal serta berkontribusi melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing sesuai arah pembangunan daerah.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *