Polman – Massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari Komisariat Unasman dan STAI DDI Kabupaten Polman, melakukan aksi unjuk rasa di Depan Kantor KPU Polman, Rabu, 17/07/24.
Aksi unjuk rasa yang dipimpin Korlap Herry Sukmul itu dilakukan sebagai bentuk respon atas adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret dua orang oknum anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Menurut Herry dalam orasinya menilai jajaran komisioner KPU Kabupaten Polman tidak pofesional dalam menangani dugaan kasus yang menyeret dua oknum penyelenggara adhock itu.
“KPU tidak melakukan pemeriksaan sesuai SOP dan tidak becus dalam menyelesaikan masalah menyangkut pelecehan seksual oleh dua orang oknum PPK,” ucap Herry.
Herry juga menilai hari ini KPU Kabupaten Polman, sedang tidak baik-baik saja karena ada 2 orang oknum anggota penyelenggara yang diduga sudah melakukan pelecehan seksual.
“Untuk itu kami menuntut agar KPU mencopot oknum PPK yang telah mencederai nama baik KPU,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kasubag Keuangan, Umum dan logistik KPU Polman, Agustan, mengaku bahwa saat ini kelima jajaran komisioner KPU sedang berada di Jakarta dalam rangka mengikuti orientasi tugas.
“Apa yang menjadi tuntutan massa aksi nanti akan disampaikan kepada pimpinan setelah mereka berkantor,” tutur Agustan.
Berikut tuntutan massa aksi PMII Unasman dan STAI DDI Polman:
1. Mencopot Oknum terduga pelaku pelecehan seksual.
2. Mengembalikan citra nama baik korban di masyarakat luas melalui media sosial.
3. Copot Ketua KPU Polman.
4. Copot Divisi Hukum KPU Polman.
5. Copot Divisi SDM KPU Polman.(*)






