PCNU Polman Dorong KH Asep Saifuddin Chalim Masuk Tim Ahwa PBNU

KH Asep Saifuddin Chalim.(Dok Google)

POLMAN – editorial9.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Kiai Muh. Arsyad, merekomendasikan Prof Dr.Kh.Asep Saefuddin Chalim, untuk masuk dalam Tim Ahwa pada Muktamar PBNU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung 1–5 Agustus 2026.

Menurut Kiai Arsyad, KH. Asep Saefudin Chalim memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni serta pengalaman dalam membangun kemandirian pesantren melalui pendekatan kewirausahaan.

Bacaan Lainnya

Pimpinan Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu, kata dia, merupakan sosok yang mampu memadukan kepemimpinan ulama, pengembangan pendidikan, dan penguatan ekonomi pesantren.

“Menuju kemandirian NU, pemimpin Rais Aam selain memiliki keilmuan yang mumpuni, juga harus memiliki tingkat kemandirian dalam ekonomi,” ujar Kiai Arsyad saat dikonfirmasi di Polman, Sabtu malam, 13/06/26.

Ia berharap seluruh jajaran pengurus wilayah dan cabang NU di Indonesia dapat memberikan dukungan agar KH. Asep Saifuddin Chalim masuk dalam jajaran Tim Ahwa.

“Karena berbicara tentang Rais Aam, tentu berkaitan dengan Tim Ahwa. Saya mengajak seluruh pengurus wilayah dan cabang NU se-Indonesia untuk merekomendasikan beliau sebagai bagian dari Tim Ahwa,” katanya.

Kiai Arsyad menilai Muktamar PBNU bukan hanya menjadi forum pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, tetapi juga momentum merumuskan kebijakan strategis organisasi agar dapat memberi manfaat yang lebih besar untuk kemaslahatan Jam’iyyah dan jama’ah nahdlatul ulama di seluruh Nusantara.

Ia juga mendorong agar kader NU dari kawasan Indonesia Timur mendapat ruang lebih besar dalam struktur kepengurusan PBNU mendatang.

“NU harus hadir dan memberi dampak bagi seluruh masyarakat Nusantara, termasuk di luar Pulau Jawa. Kader-kader NU dari Indonesia Timur juga perlu mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam kepengurusan PBNU,” ujarnya.

Kiai Arsyad mengungkapkan, harapan tersebut juga pernah ia sampaikan saat bertemu sejumlah tokoh NU, termasuk saat kunjungan KH Zulfa Mustofa dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf ke Sulawesi.

Menurutnya, keterwakilan kader NU dari Indonesia Timur menjadi penting agar organisasi semakin inklusif dan mencerminkan keberagaman warga Nahdliyin di seluruh wilayah Indonesia.

Selain KH. Asep Saifuddin Chalim, Kiai Arsyad juga menyebut KH. Miftachul Akhyar yang saat ini menjabat Rais Aam PBNU sebagai salah satu figur yang layak masuk dalam Tim Ahwa.

Sementara terkait figur yang dinilai layak memimpin PBNU sebagai Ketua Tanfidziyah periode mendatang, Kiai Arsyad mengaku belum menentukan pilihan.

“Siapapun figur yang nantinya disepakati oleh para muktamirin, maka itulah yang layak memimpin PBNU ke depan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kiai Arsyad menyebut terdapat empat tokoh kader terbaik NU yang diperkirakan akan meramaikan bursa calon Ketua Tanfidziyah PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang. Keempat nama tersebut yakni Prof. Nasaruddin Umar, Gus Yahya, Kiai Zulfa Mustofa, dan Gus Salam.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *