Bupati Polman Dorong Santri Kuasai Agama dan Teknologi

POLMAN, editorial9.com – Bupati Polewali Mandar (Polman) H. Samsul Mahmud mendorong pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan santri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kepedulian sosial.

Pesan tersebut disampaikan Samsul dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Polman, Aco Musaddad HM, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Pondok Pesantren Syekh Hasan Al Yamani, Campalagian, Sabtu (26/9/2026).

Bacaan Lainnya

Samsul mengatakan pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perubahan zaman. Karena itu, pendidikan di pesantren dinilai perlu berjalan beriringan antara penguatan ilmu agama dan penguasaan teknologi.

“Pesantren merupakan benteng moral sekaligus laboratorium peradaban yang terus mencetak generasi Islami di Tanah Mandar,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Aco Musaddad HM.

Menurut Samsul, santri harus dipersiapkan menghadapi perkembangan teknologi informasi dan dunia digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pendidikan pesantren.

Dalam momentum Maulid Nabi, Samsul juga mengajak seluruh elemen pesantren untuk meluruskan niat dan membangun paradigma santri modern.

Pesan tersebut mencakup penguatan kolaborasi antara pemerintah, ulama dan pesantren, pembangunan generasi melalui program Polman Sehat, Polman Cerdas dan Polman Maju, serta penguatan fungsi sosial pesantren dan rumah ibadah sebagai pusat pembinaan masyarakat.

“Anak-anak kita, para santri, adalah aset terbesar daerah. Teruslah belajar, hormati para Annangguru dan guru, serta gantungkan cita-cita setinggi langit,” pesan Bupati.

Samsul menegaskan pembangunan Polman tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi dengan ulama, masyarakat dan lembaga pendidikan diperlukan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus berkarakter.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Pondok Pesantren Syekh Hasan Al Yamani juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada keluarga besar pesantren atas kontribusinya dalam pendidikan keislaman dan kaderisasi generasi muda.

Kegiatan tersebut turut dihadiri ulama, tokoh agama dan masyarakat, unsur pemerintah daerah, DPRD, Kementerian Agama, pimpinan perguruan tinggi, para Annangguru, dewan guru, orang tua santri, serta santriwan dan santriwati.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *