POLMAN — Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menegaskan komitmennya untuk berada di garis depan dalam memperjuangkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Balanipa, dengan menyerukan persatuan total seluruh elemen masyarakat agar momentum perjuangan tidak terhambat.
Penegasan itu disampaikan Samsul Mahmud saat menghadiri Kongres Rakyat Balanipa yang digelar di Pondok Pesantren Darul Mahfudz Lekopadis, Sabtu (2/4/2026). Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi besar dukungan terhadap pemekaran wilayah Balanipa.
Dalam sambutannya, Samsul menekankan bahwa kunci utama keberhasilan pembentukan DOB terletak pada soliditas seluruh pihak. Ia meminta agar tidak ada lagi perdebatan yang justru melemahkan perjuangan bersama.
“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bersatu dalam perjuangan. Tidak perlu lagi mempersoalkan hal-hal lain, fokus kita adalah bagaimana DOB Balanipa ini bisa terwujud,” ujar Samsul.
Ia juga menyinggung kebijakan moratorium pemekaran daerah yang masih berlaku di tingkat pusat. Meski menjadi tantangan, ia optimistis peluang tetap terbuka dan harus disambut dengan kesiapan penuh.
“Ketika peluang itu datang, kita harus sudah siap. Jangan sampai momentum terlewat hanya karena kita tidak solid,” katanya.
Samsul mengakui, di tengah keterbatasan kondisi keuangan daerah, perjuangan ini tidak mudah. Namun ia memastikan tidak akan mundur dan akan terus bersama masyarakat mengawal aspirasi tersebut hingga terwujud.
“Kami akan terus bersama masyarakat memperjuangkan ini. Ini adalah aspirasi besar yang harus diwujudkan demi kemajuan daerah,” tegasnya.
Kongres tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, serta sejumlah kepala daerah lain seperti Wakil Bupati Majene dan Wakil Bupati Mamuju Tengah.
Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Dr. Zein dari Kementerian Agama RI, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Mas’ud Saleh, serta anggota DPRD Sulawesi Barat seperti Samsul Samad, Abd Rahim, dan Usman Suhuria.
Anggota DPRD Polewali Mandar Rahmadi Anwar dan Amir, para camat, kepala desa, hingga ratusan masyarakat juga memadati lokasi kegiatan. Antusiasme peserta dinilai menjadi sinyal kuat bahwa dukungan terhadap pembentukan DOB Balanipa terus menguat di berbagai lapisan masyarakat.(*)






