MAKASSAR – Bupati Polewali Mandar (Polman) H. Samsul Mahmud, menyentil kinerja aparatur sipil negara (ASN) agar tidak sekadar bekerja rutin tanpa hasil nyata.
Pesan tegas itu disampaikannya saat membuka Latihan Dasar (Latsar) CPNS angkatan XIV, XV, dan XVI di Auditorium BBPK-APDN IV Makassar, Senin (04/05/26).
Di hadapan 120 peserta Latsar, Samsul menegaskan bahwa para CPNS kini telah menjadi bagian dari sistem pemerintahan yang memegang peran strategis dalam pembangunan daerah.
“Hari ini saudara bukan lagi sekadar individu, tetapi bagian dari sistem pemerintahan yang menentukan arah pembangunan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Pemkab Polman dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan investasi besar di sektor sumber daya manusia aparatur. Pada 2024, pemerintah daerah mengangkat ratusan CPNS dan ribuan PPPK, sehingga total ASN kini mencapai lebih dari 11 ribu orang.
Namun, peningkatan jumlah ASN itu beriringan dengan tekanan fiskal daerah. Belanja pegawai terus meningkat, sementara kapasitas APBD menghadapi keterbatasan.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, kata Samsul, belanja pegawai harus dibatasi maksimal 30 persen dari APBD paling lambat tahun 2027.
“Artinya tidak ada lagi ruang bagi birokrasi yang tidak produktif. Tidak ada tempat bagi ASN yang hanya bekerja sekadar rutinitas tanpa memberikan hasil,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis, Pemkab Polman menerapkan moratorium penerimaan ASN pindahan dari luar daerah. Di sisi lain, ASN yang ingin pindah keluar justru diberikan kemudahan.
Menurutnya, kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan dan keberlanjutan fiskal daerah sekaligus memastikan setiap ASN benar-benar menjadi aset.
“Kita ingin memastikan setiap ASN yang ada menjadi kekuatan, bukan beban bagi daerah,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Samsul juga menyoroti besarnya potensi daerah Polewali Mandar, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga ekonomi kreatif dan pariwisata. Namun, ia menekankan bahwa tantangan utama bukan pada ketersediaan potensi, melainkan pada kemampuan mengelolanya.
“Masalah kita bukan kurang potensi, tetapi bagaimana mengelola potensi itu dengan baik,” katanya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan saat ini tidak lagi diukur dari besarnya struktur organisasi, melainkan dari dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.
Karena itu, ia meminta para CPNS menjadi ASN yang mampu menghadirkan solusi dan memberi kontribusi nyata.
“Jadilah ASN yang ketika hadir membawa solusi dan ketika bekerja meninggalkan jejak perubahan,” pesannya.
Samsul juga mengingatkan bahwa Latsar CPNS bukan sekadar formalitas, melainkan proses penting dalam membentuk karakter, integritas, dan pola pikir aparatur negara.(Mp)






