Desakan Agar Tes Wawancara Balon Kades Ditiadakan Kembali Disuarakan

  • Whatsapp
Massa AMP saat berorasi di Depan Kantor Bupati Kabupaten Polman, Kamis,16/09/21.(Dok :Ist)

Polman – editorial9 – Sebagai bentuk penolakan atas adanya seleksi wawancara Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades), Aliansi Masyarakat Polman (AMP) yang dipimpin, Muhammad Ridwan, kembali menggelar aksi unjuk rasa, di Depan kantor bupati Kabupaten Polewali Mandar, Kamis,16/09/21.

Kehadiran kelompok massa gabungan dari HMI, GMNI, IPMAPUS dan SAPMA PP tersebut, diterima langsung oleh Asisten I Pemkab Polman, Agusnia Hasan Sulur, Asisten II Pemkab Polman, Sukirman Saleh dan Kabag Prokopi Kabupaten Polman, Aco Musaddad.

Bacaan Lainnya

Korlap aksi, Muhammad Ridwan, mengatakan bahwa secara kelembagaan AMP mendukung sepenuhnya untuk memperbaiki mekanisme Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), yang terindikasi kuat dijadikan sebagai lahan praktek pasar gelap kepentingan.

“Mendukung sepenuhnya, untuk menghilangkan tahapan seleksi wawancara karena terindikasi kuat menjadi alat membonsai demokrasi dan berpotensi menjadi kejahatan pelanggaran hak asasi manusia,” ucap Ridwan.

Selain itu ia menambahkan, alasan agar tahapan tes wawancara ditiadakan, sebagaimana termaktub di pasal 24 huruf (g) Perda nomor 5 tahun 2017, tentang Pilkades yang mengatakan bahwa syarat pencalonan Kades harus dinyatakan lulus seleksi tertulis dan wawancara, lantaran tidak adanya barometer untuk mengukur hasil secara objektif, sehingga dapat berimbas pada proses penjaringan serta penyaringan akan dilaksanakan atas dasar subyektifitas atau berdasarkan suka dan tidak suka.

“Maka kami Mendesak kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Polman, agar segera mamperbaiki mekanisme pemilihan kepala desa, dengan menyiapkan payung hukum beserta tekhnis pelaksanan, yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, massa aksi lainnya, Sarman, menjelaskan bahwa polemik sesungguhnya yang kita bawa pada hari ini, kami bukan menolak Pilkades lantaran agenda tersebut bersifat wajib.

“Tetapi, yang kita tolak ketika mekanisme Perda-perda yang tidak singkron terus dipaksakan. Ketika sistem demokrasi tidak jalan, maka demokrasi sudah pasti dikorupsi,” jelas Ketua GMNI Polman itu.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Polman, Agusnia Hasan Sulur, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman, telah berkomitmen untuk menolak Pilkades yang bermasalah. Pemerintah daerah pun telah melakukan upaya dengan beberapa kali RDP dengan DPRD.

“Komitmen kita bersama adalah mengawal pelaksanaan Pilkades ini untuk Pilkades bersih, damai dan tidak ada masalah di dalamnya,” ungkap Agusnia.

Ia juga menambahkan bahwa yang bisa menghentikan Perda adalah Perda itu sendiri. Kita sepakat, pelaksanaan Pilkades kita kawal bersama.Dan apa yang menjadi aspirasi dari massa aksi akan menjadi bahan pertimbangan Bupati.

“Dan kita tetap menjalin koordinasi dengan pihak terkait, demi kelancaran pelaksanaan Pilkades ini,” tambahnya.

“Calon maksimal Lima dan minimal ada Dua orang, tambahan syarat tingkat pendidikan, pengalaman dalam pemerintahan dan usia,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Asisten II Pemkab Polman, Sukirman Saleh, membeberkan bahwa seleksi wawancara tetap akan dilaksanakan, namun secara teknis akan dilakukan perengkingan.

“Menghilangkan wawancara akan melanggar Perda yang ada. Tim wawancara, bukan hanya dari pihak pemerintah namun ada dari pihak lain, termasuk dari akademisi dan pihak lain. Pelaksanaan wawancara, akan dilaksanakan secara terbuka untuk umum,” beber Sukirman.

Senada dengan Asisten II, Kabag Prokopi Kabupaten Polman, Aco Musaddad, menuturkan bahwa tujuan tujuan dari seleksi wawancara ini, merupakan inovasi dari Pemda. Hal itu dalam rangka melihat SDM dari pada Kades, sehingga kita bisa mendapatkan calon pemimpin yang berkualitas.

“Seleksi akan dilaksanakan secara terbuka agar semua kalangan bisa menyaksikan. Terkait dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan dilayangkan kepada Balon, sesuai dengan kapasitas (tingkat pendidikan) dari bakal calon,” tutur Aco Musaddad.(*/Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *