MAMUJU – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Nilai ekspor Sulbar tercatat mencapai US$643,00 juta, atau tumbuh 46,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Peningkatan ekspor ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulbar dalam mewujudkan visi dan misi Pancadaya Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Berdasarkan data statistik perdagangan, lonjakan ekspor Sulbar sepanjang 2025 terutama ditopang oleh komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati. Sektor ini menjadi tulang punggung ekspor daerah dengan kontribusi mencapai 92,97 persen dari total nilai ekspor Sulbar.
Tren positif tersebut juga tercermin pada kinerja ekspor bulanan. Pada Desember 2025, nilai ekspor Sulbar mencapai US$66,36 juta, melonjak 131,48 persen dibandingkan Desember 2024. Capaian ini menunjukkan penguatan daya saing produk Sulbar di pasar global.
Dari sisi tujuan ekspor, China masih menjadi pasar utama bagi komoditas Sulawesi Barat. Sepanjang 2025, nilai ekspor ke Negeri Tirai Bambu mencapai sekitar US$420,72 juta atau berkontribusi 65,43 persen dari total ekspor daerah.
Selain China, produk Sulbar juga menembus sejumlah negara lain seperti Korea Selatan, Filipina, Bangladesh, India, Jepang, serta beberapa pasar internasional lainnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menilai capaian ini sebagai indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat posisi Sulbar sebagai salah satu daerah penopang ekspor komoditas strategis nasional.
Ke depan, Pemprov Sulbar berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas, memperkuat hilirisasi industri, serta memperluas pasar ekspor, agar kinerja perdagangan luar negeri Sulawesi Barat semakin berkelanjutan. (Rls)






