Kalsel – editorial9 – Enam kepala daerah di Dua pulau yang berbeda, resmi menandatangani perjanjian kerjasama (MoU), pemanfaatan transportasi laut.
Penandatanganan tersebut, berlangsung di Kota Baru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel),17/11/22.
Enam kepala daerah tersebut, yakni Mamuju , Kabupaten Kotabaru, Kota Bontang, Kota Balikpapan, Kabupaten Barru dan Kabupaten Pasangkayu.
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, yang mewakili para Kepala Daerah tersebut, dalam sambutannya, mengapresiasi tindaklanjut dalam upaya membangun kerjasama antar daerah, melalui pengembangan transportasi laut itu.
“Selama ini, enam wilayah yang terpisah di dua pulau besar tanah air tersebut, memang tidak dapat dipisahkan dari aspek history, yang diyakini masih sangat kental dengan pertalian kekerabatan,” ucap Sutinah.
Selain itu ia menambahkan, letak geografis semua daerah hanya terpisah Selat Makassar. Sehingga, memang sangat penting untuk membangun modal transportasi laut sebagai sarana penyeberangan antar pulau.
“Agar, tidak hanya dapat menjadi penunjang mobilitas masyarakat di dua pulau Namun juga menjadi jalur distribusi bahan pangan maupun kebutuhan lainnya, dalam upaya pengembangan perekonomian tiap daerah,” tambahnya.
Tiga daerah di Sulawesi (Mamuju, Barru, dan Pasangkayu, red) kata Sutinah,adalah daerah penghasil komoditas pertanian dan peternakan yang sangat menjanjikan, dan akan dapat mengakomodasi kebutuhan di Pulau Kalimantan.
“Demikian sebaliknya, sejumlah kebutuhan dari Kalimantan juga akan sangat baik jika terdistribusi ke pulau Sulawesi,” bebernya.
“Semoga dengan ini, kita dapat membangun kerjasama yang sifatnya simbiosis mutualisme atau saling memberi manfaat, sehingga tujuan utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat kita wujudkan,” sambungnya.
Sementara itu, Kadis perhubungan Kabupaten Mamuju, Jumardi, menuturkan, bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani oleh masing-masing Kepala daerah akan segera ditindaklanjuti dalam MOU yang bersifat teknis.
“Untuk menjelaskan, substansi-substansi bentuk kerjasama yang akan dilakukan,” tutur Jumardi.(Rls/Mp)






