Gerakan Pangan Murah Hadir di CFD Mamuju, Warga Antusias Belanja Sembako Murah

Warga memadati stand Gerakan Pangan Murah di area Car Free Day, Jalan Arteri Mamuju, Sulbar, Minggu (10/8/2025). Program ini menawarkan bahan pokok dengan harga di bawah pasaran.

MAMUJU – Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Arteri Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (10/8/2025) pagi, tampak lebih ramai dari biasanya. Di tengah aktivitas warga yang berolahraga dan bersantai, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulbar menghadirkan program Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar.

Kegiatan ini sejalan dengan program Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan ini, Dinas Ketapang Sulbar melibatkan Perum Bulog Mamuju serta sejumlah distributor pangan lokal. Mereka menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan aneka bahan pangan lainnya dengan harga lebih rendah dari pasaran.

Wakapolda Sulbar Brigjen Pol Hari Santoso turut hadir meninjau langsung lokasi kegiatan bersama jajarannya.

Kepala Dinas Ketapang Sulbar, Ir. H. Abdul Waris Bestari, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan Satgas Pangan Polda Sulbar untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap aman serta harga tetap stabil.

“Sesuai arahan Gubernur Sulbar Bapak Suhardi Duka, pemerintah harus hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau,” kata Abdul Waris di lokasi kegiatan.

Salah seorang warga, Ika (38), mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah tersebut.

“Harga di sini jauh lebih murah, selisihnya bisa sampai beberapa ribu rupiah per kilogram. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulbar berharap, Gerakan Pangan Murah tidak hanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *