Polman – editorial9 – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Polewali Mandar (PC.GP Ansor Polman), mulai mewacanakan tentang pentingnya melakukan jihad milenial bagi para kadernya.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Cabang GP. Ansor Polman, Busra Baharuddin, di forum pelantikan pengurus PC dan PAC GP.Ansor se Polman, di Auditorium Kampus Unasman, Sabtu,12/03/22.
Menurutnya, berdasarkan hasil riset Lembaga Alvara Research Tahun 2019, terdapat beberapa tantangan besar yang akan dihadapi bangsa Indonesia di 5 tahun kedepan, yakni hadirnya generasi baru ditandai dengan adanya perkembangan struktur demografi, yang didominasi kelompok lokal dan adanya kelompok milenial usia 17 hingga 32 tahun, yang jumlahnya mencapai 36 % demografi penduduk Indonesia.
“Oleh karena itu, tantangan pertama ini bagi kader-kader Ansor yang harus dilakukan kedepannya adalah melakukan jihad milenial. Yang dimana arus informasi yang begitu cepat bersiliweran membuat antara yang benar dan tidak benar kemudian bercampur tak terfilter,” ucap Busyra
“Hal ini, karena kita sedang menghadapi generasi milenial, yang dimana hampir separuh waktunya berada di dunia maya dan ini akan menjadi suatu ancaman bagi masa depan bangsa termasuk Kabupaten Polman,” sambungnya.
Tantangan kedua yang akan dihadapi, adalah digitalisasi di semua aspek kehidupan, dimana sejak beberapa tahun terakhir hampir semua aktivitas sosial, dakwah hingga aspek ekonomi tidak pernah terlepas dari peran digital.
“Oleh karena itu, ini tentu merupakan tantangan tersendiri bagi kader GP Ansor, sehingga penting untuk terus meningkatkan sumber daya diri kedepannya,” ungkap mantan aktivis PMII Polman itu.
Atas dasar itu, kata Busra, pihaknya secara kelembagaan di GP Ansor, akan selalu melakukan koordinasi ke berbagi instansi terkait, khususnya Pemkab Polman.
“Insya Allah GP Ansor, akan senantiasa bermitra dengan pemerintah, dalam upaya meningkatkan SDM kader-kader GP Ansor, karena digitalisasi saat ini merupakan sesuatu yang tidak bisa kita hindari,” katanya.
Selain itu ia menjelaskan, tantangan ketiga yang akan dihadapi kedepannya adalah munculnya sikap intoleransi dan radikalisasi. Ini ditandai, dengan adanya beberapa kelompok yang sulit menerima perbedaan,serta merasa kelompoknya paling benar dan menganggap yang lain kafir.
“Sehingga, GP Ansor dalam setiap kaderisasi yang dilakukan materi yang paling sering disampaikan adalah materi tentang kebangsaan dan keislaman. Hal ini, adalah upaya dari GP Ansor, untuk menetralisir adanya intoleransi dan radikalisasi,” jelasnya.
Dalam rangka menghadapi tantangan tersebut, ia meminta kepada seluruh kader GP Ansor di Kabupaten Polman, agar tetap konsisten untuk menjadi pengawal, penjaga dan pelayan bagi eksistensi ajaran paham Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah (Aswaja).
“Disisi lain, kader GP.Ansor dituntut secara serius menganalisis dengan cermat berbagai tantangan itu, merumuskan langkah taktis untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ada,” tutupnya.
Untuk diketahui, selain pengukuhan pengurus kegiatan yang dihadiri oleh Kapolres Polman, Dandim 1402/Polmas, Rektor Unasman, Ketua PC NU Polman, Ketua PW.GP Ansor Sulbar, Sudirman.Az, Wasekjend PP.GP Ansor, Amran.HB, Wakil Bupati Polman, M.Natsir Rahmat, dan para tamu undangan lainnya itu, juga dirangkaikan dengan agenda DTD ke-9, yang akan berlangsung hingga 15 Maret 2022 mendatang.(Mp)






