Insiden Penurunan Bendera, 4 Oknum Mahasiswa di Majene Terancam 5 Tahun Penjara 

  • Whatsapp
Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian, saat gelaran pres rilis di Aula Mapolres Majene, Senin,30/05/22.(Dok : Ist)

Majene – editorial9 – Empat oknum mahasiswa inisial F.A (22), J.N (18), A.E (19) dan N.L (19). ditetapkan sebagai tersangka, atas insiden penurunan bendera merah putih, saat gelaran aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Majene, 23/05/2022 lalu.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian, saat gelaran pres rilis di Aula Mapolres Majene, Senin,30/05/22.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tindakan tersebut diduga melanggar pasal 66 JO pasal 24 Huruf a UU RI Nomor 24 tahun 2009, tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Insiden ini,bahkan sangat disayangkan banyak pihak, karena telah menyalahi aturan berdemonstrasi dan diancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,” ucap AKBP Febryanto Siagian.

“Awalnya, dari sembilan oknum mahasiswa yang diambil keterangannya, empat diantaranya kami tetapkan sebagai tersangka,” sambungnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa bendera merah putih saat dinaikkan dan diturunkan ada aturannya, sementara aksi para mahasiswa dibawa naungan aliansi organda ini, telah melakukan tindakan fatal.

“Dimana, bendera nekat diturunkan saat siang hari dan dikibarkan kembali bersama bendera organda di halaman kantor Bupati Majene,” ungkapnya.

Tindakan tersebut diduga melanggar Pasal 66 Jo Pasal 24 Huruf a UU RI Nomor 24 tahun 2009, tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Dengan maksud merendahkan kehormatan bendera negara dengan cara menurunkan bendera negara, kemudian memasang 3 bendera organisasi mahasiswa, kemudian mengibarkannya kembali pada satu tiang yang sama,” terang Kapolres Majene.

Selain itu ia membeberkan, pihaknya juga telah mengamankan beberapa barang bukti, yakni Bendera Organda (Organisasi Daerah) yaitu IKMM, IM MATENG dan IMP.

“Barang bukti lainnya, berupa switer, baju kaos, topi, baju kemeja dan flashdisk,” bebernya.

Tersangka inisial F.A kata Kapolres, berperan menurunkan, menaikkan, mengikat, menggabungkan bendera merah putih dengan bendera Organda.

“Inisial J.N berperan memegang dan menarik tali tiang bendera merah putih, yang telah digabungkan dengan 3 bendera organda,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, inisial A.E berperan menyerahkan bendera Organda Ikatan Mahasiswa Mateng (IM Mateng) ke tersangka inisial F.A untuk diikat di tali atau disambungkan dibawah bendera merah putih dan memegang bendera, saat akan dikibarkan.

“Tersangka inisial J.N, berperan membantu mengikat bendera merah putih pada tali bendera, untuk digabungkan dengan bendera Organda,” tutupnya.(Rls/Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.