IPM Sulbar Tembus 71,16, SDK Soroti Pendidikan

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menyerahkan bantuan beasiswa kepada penerima saat upacara peringatan HUT ke-22 Sulbar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Mamuju, Selasa (22/9/2026). Penyaluran beasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulbar memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pembangunan manusia. Dok. Humas Pemprov Sulbar.

MAMUJU, editorial9.com – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Barat mencapai 71,16 pada 2025, naik 0,70 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) mengatakan peningkatan tersebut harus diikuti penguatan pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat.

Hal itu disampaikan Suhardi dalam amanatnya saat memimpin upacara peringatan HUT ke-22 Sulbar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Selasa (22/9/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Suhardi, pembangunan manusia menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana pembangunan daerah memberikan dampak bagi masyarakat.

Di sektor kesehatan, Pemprov Sulbar mengalokasikan sekitar Rp31,82 miliar untuk sejumlah program. Anggaran tersebut digunakan antara lain untuk memperluas cakupan layanan kesehatan, pencegahan dan penanganan stunting, pemenuhan gizi, skrining kesehatan reproduksi remaja, hingga pemenuhan tenaga dokter spesialis.

Sementara di sektor pendidikan, jumlah penerima beasiswa meningkat dari 561 orang pada 2025 menjadi 1.040 orang pada 2026. Total anggaran yang disiapkan untuk program beasiswa tersebut mencapai lebih dari Rp7 miliar.

Pemprov Sulbar juga mendorong penanganan anak tidak sekolah (ATS). Suhardi menyebut jumlah ATS yang sebelumnya lebih dari 37 ribu orang pada 2025 berkurang lebih dari 3 ribu orang setelah sebagian di antaranya kembali bersekolah.

Menurut dia, penurunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Suhardi menegaskan pembangunan manusia tidak cukup hanya dilihat dari kenaikan angka IPM. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat memperoleh akses pendidikan, layanan kesehatan, serta kesempatan kerja yang lebih baik.

Pada sektor ketenagakerjaan, Suhardi menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulbar pada Mei 2026 berada di angka 2,8 persen.

Namun, ia mengatakan tantangan pembangunan ketenagakerjaan tidak berhenti pada penurunan angka pengangguran. Pemerintah juga perlu memperbesar proporsi pekerjaan formal dan menciptakan lapangan kerja yang lebih produktif.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemprov Sulbar menjalankan program padat karya di 334 titik pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp50,94 miliar. Program itu disebut menyerap sekitar 7.900 tenaga kerja.

Selain itu, pemerintah menyiapkan pelatihan keterampilan kerja dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.

Suhardi mengatakan berbagai program tersebut harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, bukan sekadar mengejar capaian angka pembangunan.

“Sulawesi Barat yang kita cita-citakan bukan hanya Sulawesi Barat yang bertumbuh tinggi. Kita ingin Sulawesi Barat yang pertumbuhannya tinggi dan hasilnya dirasakan oleh semua masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan Sulbar pada akhirnya harus diukur dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.(Rls/Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *