Jembatan Gantung Tubbi-Piriang 120 Meter Dikebut

Proses pengerjaan pembangunan Jembatan Gantung Tubbi-Piriang sepanjang 120 meter di Desa Tubbi, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polman, Rabu (23/9/2026). Personel TNI bersama masyarakat melakukan perapihan dan penyempurnaan galian blok angkur sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan jembatan. Dok. Zik

POLMAN, editorial9.com – Pembangunan Jembatan Gantung Tubbi-Piriang sepanjang 120 meter di Desa Tubbi, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), dikebut. Personel TNI bersama masyarakat kini fokus merapikan dan menyempurnakan galian blok angkur sebagai bagian penting dari tahapan awal konstruksi jembatan.

Pengerjaan tersebut berlangsung pada Rabu (23/9/2026). Sejumlah personel TNI bersama warga terlihat bekerja di area galian, sementara rangka besi blok angkur yang telah dirakit mulai dipersiapkan untuk tahap konstruksi selanjutnya.

Bacaan Lainnya

Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan, pengerjaan blok angkur menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Pengerjaan Jembatan Perintis Garuda tipe gantung di Desa Tubbi terus berlanjut. Saat ini kita melakukan perapihan dan penyempurnaan galian blok angkur,” kata Letkol Ikhwan, Rabu (23/9/2026).

Menurut Ikhwan, jembatan yang menghubungkan Desa Tubbi menuju Desa Piriang Tapiko tersebut memiliki bentang cukup panjang sehingga struktur pendukung harus dipersiapkan secara matang.

“Jembatan ini cukup panjang, bentangannya mencapai 120 meter. Karena itu, struktur bagian bawah, khususnya blok angkur, harus dibuat kokoh dan sesuai dengan perencanaan teknis,” ujarnya.

Pengerjaan jembatan dilakukan, dengan melibatkan personel TNI dan masyarakat melalui pola karya bakti. Warga turut membantu sejumlah pekerjaan di lapangan, mulai dari penyiapan material hingga pengerjaan galian dan perakitan besi.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang nantinya menghubungkan dua wilayah tersebut.

Ikhwan menambahkan, seluruh tahapan pembangunan tetap mengacu pada hasil perencanaan dan pengukuran tim teknis. Langkah tersebut dilakukan, agar konstruksi jembatan dapat dikerjakan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Jembatan sepanjang 120 meter itu, nantinya diharapkan membuka akses masyarakat Desa Tubbi menuju Desa Piriang Tapiko. Keberadaan jembatan, juga diharapkan mempermudah mobilitas warga serta mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat.

Saat ini, pekerjaan masih berfokus pada bagian fondasi. Galian blok angkur terus dirapikan dan dipersiapkan sebelum pembangunan memasuki tahapan konstruksi berikutnya.

Dengan pengerjaan yang terus dikebut, jembatan yang selama ini dinantikan masyarakat Tubbi perlahan mulai terbentuk dari bagian dasar.(Zik/Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *